Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS

jaringan tumbuhan 0

Adhy Ws | Minggu, November 14, 2010 |

          Tujuan mempelajari jaringan tumbuhan adalah agar kita bisa memahami dan menunjukkan macam
-macam jaringan tumbuhan.
          Landasan Teori          
Sekumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama dinamakan jaringan.
Jaringan tumbuhan tingkat rendah seperti ganggang, jamur dan lumut berupa jaringan semu. Pada ganggang jaringannya berbentuk koloni atau pseudoparenkim dan pada jamur berupa hifa yang disebut plektenhim. Jaringan tumbuhan tingkat tinggi, terbagi menjadi dua golongan yaitu, jaringan muda(meristem) dan jaringan dewasa.
1. Jaringan muda(meristem),tersusun atas sel-sel  embrional yang mempunyai kemampuan untuk membelah diri secara terus-menerus/ meristematis. Sel-sel yang menyusun jaringan ini memilliki membran sel yang tipis, bentuknya teratur(segi empat/kubus) dan ruang sel (lumen) terisi penuh protoplas dan vakuola kecil.fungsi jaringan ini adalah untuk memperbanyak diri
menurut letaknya jaringan meristem terdiri dari tiga macam:
a. meristem apikal,
b. meristem lateral
c. meristem antara
Menurut perkembangannya terbagi atas meristem primer dan sekunder.
Meristem primer :
      Dibentuk oleh sel-sel pemula yang disebut promeristem sebagai initial, yang terdiri dari
1. protoderm;bakal epidermis
2. prokambium;bakal jaringan pengangkut
3. meristem dasar;bakal jaringan dasar primer
Meristem sekunder :
       Terbentuk pada tumbuhan menjelang dewasa, seperti terbentuknya kambium pembuluh, kambium gabus yang disebut felogen.
2. Jaringan dewasa, tersusun atas sel-sel yang tak dapat membelah lagi.terdir dari sel-sel  yang telah terdiferensiasi dan telah mempunyai fungsi yang khusus. sehinga jelas untuk diamati.
Jaringan dewasa dibedakan menjadi :
a. Epidermis, merupakan pelindung terhadap pengaruh lingkungan yang dapat mengganggu pertumbuhan seperti kekurangan air, kerusakan mekanis, suhu udara dan serangan hama penyakit.
b. Jaringan dasar/parenkim, berfungsi sebagai tempat fotosintesis seperti pada mesofil atau tempat cadangan makanan.
c. Jaringan Penyokong/ mekanik,tersusun atas sel-sel bersinding tebal yan mengandung lignin, lignin berfungsi memberi sifat keras pada sel. dibedakan atas kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim terdiri atas sel-swel yang telah mati.
d.  Jaringan pengangkut, terdiri dari xilem yang berfungsi mengangkut air dan mineral ke bagian atas daun umumnya terdiri atas sel-sel yang telah mati dan dindingnya tebal berlignin. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
e. jaringan pembuluh
f. jaringan kelenjar
       Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan struktur sel dan jaringan tumbuhan adengan membuat preparat segar dan diamati dengan menggunakan mikroskop cahaya.

Alat dan Bahan 
1. mikroskop cahaya
2. kaca objek(object glass)
3. kaca penutup (cover glass)
4. Batang seledri (Apium graveolens)
5. Tempurung Kelapa (Cocos nucifera)
6. Empulur Batang singkong(Manihot esculenta)
7. Batang Hanjuang (Cordyline friticosa)
8. Umbi Lapis Bawang merah ( Allium cepa)
9. Daun Adam dan Eva (Rhoeo discolor)
10. Rambut buah (gossypium sp)
11. silet
12. pinset dan pipet
13. aquades
14. anilin sulfat
16. Spyrogyra sp.
17. Bulu Domba
18. Vanila sp.
19. Biji Jarak  Ricinus communis

TATA KERJA
1. sel tumbuhan
a. belah umbi lapis Allium cepa, ambil selembar bagian lamelanya lalu patahkan. Kemudian ambil bagian transparan berupa selaput sel tipis dengan menggunakan pinset, lalu diletakan di atas kaca objek yang telah ditetesi air, kemudian tutup dengan kaca penutup usahakan jangan sampai terdapat gelembung udara.Amati dengan mengugunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran lemah hingga kuat. Gambarkan dan tunjukan bagian dinding sel, sitoplasma nukleus, nukleolus dan bbagian ergastik substant(kristal calsiu oksalat)
b. Lengkapi gambar dengan keterangan pada setiap struktur yang terdapat pada sel tumbuhan.
2. Jaringan Tumbuhan
a. untuk mengamati jaringan epidermis dan stomata, buat sayatan melintang pada bagian bawah daun  Rhoeo discolor yang berwarna ungu. Simpan sayatan diatas meja objek yang telah ditetesi air lalu tutup dengan cover glass. Amati dengan perbesarak kecil menuju ke perbesaran besar. gambar jaringan epidermis dan stomata yang terdiri dari sel penutup, sel tetangga dan celah stomata.
b. Sel parenkim, sayat batang manihot esculenta setipis mungkin dan tambahkan dengan reagen air pada meja preparat tunjukan dinding sel dan ruang antar sel.
c. Buatlah sayatan melintang batang Apium graveolens. Amati gambar sel-sel klenkim tunjukan penebalan pada sudut-sudut selnya.
d. Kerok tempurung kelapa ditambah anilin sulfat. amati dan gambar sel sklereid serta tunjukan lumen (ruang sel), noktah dan penebalan dinding selnya
e. Buatlah sayatan Cordyline fructicosa + reagen anilin sulfat. Amati dan gambar jaringan floem dan xilem.

Lembar kerja

Tugas II. 1 Gambar sel epidermis Umbi Lapis Allium cepa





Perbesaran 100 x /reagen air
Inti sel bawang merah cukup besar sehingga memudahkan pengamatan

Tugas II. 2 Gambar sayatan Melintang lapisan Bawah daun Durio zibethinus

Perbesaran 100 x, Reagen air
Derivat epidermis memiliki 4 macam yaitu
1. Stomata untuk respirasi pada tumbuhan
2. emergentia penyebab duri
3. Papila penyebab tonjolan-tonjolan
4. Trikoma yang terbagi menjadi 5 bagian, yaitu
    a. akar : untuk penyerapan zat tanah,
    b. daun : untuk mengurangi prnguapan
    c. biji
    d. putik : adar polen menempel pada benang sari
    e. benang sari : agar polen menempel pada putik
Tugas II. 3 Gambar sayatan melintang empulur batang kumis kucing (Orthosiphon stamineus)


Perbesaran 400 x, Reagen anilin sulfat
         Pada saat sel diberi anilin sulfat, sel mengalami penebalan pada sudut-sudut dinding sel yang disebut kolenkim anguler. Sementara yang terjadi secara mendatar disebut kolenkim lameler. dan gabungan keduanya disebut kolenkim lakuner.


Tugas II. 4 Gambar sayatan melintang batang hanjuang (Cordyline 
fruticosa)



Perbesaran 100 x, Reagen air
Xilem berfungsi untuk mengangkut zat hara (air mineral) ke daun. floem berfungsi untuk mendistribusikan proses fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan.Cara pengangkutannya melallui prinsip hypertonis dan hypotonis.
Tugas II. 5 Gambar kerokan Tempurung Cocos nucifera


Perbesaran 100 x, Reagen anilin sulfat
sklereid terdapat bermacam-macam bentuk : brankhisklereid,asterosklereid pada tanaman teh, osteosklereid berbentuk tulang,makrosklereid, triosklereid seperti jantung.
Tugas II. 6 Gambar helaian kapuk( Ceiba petandra )

Perbesaran 100 x, Reagen air
           Ceiba petandra memiliki lumen yang merupakan ruang kosong akibat sel yang telah mati, lumen menyebabkan air masuk ke dalam sel.Dan dinding selnya memiliki suberin yang berfungsi agar kapuk tahan air.

Tugas II. 7 Gambar sayatan melintang Rhoeo discolor
       Dalam sel rhoeo discolor memiliki kristal pasir yang berfungsi untuk metabolisme sel.Alasan menggunakan rhoeo discolor karena memiliki pigmen antosianin(zat warna ungu).stomata berfungsi untuk respirasi sel.


Tugas II. 8 Gambar sayatan membujur Rhoeo discolor

Perbesaran 100 x, Reagen air

Pada rhoeo
Tugas II. 9  Gambar sayatan Melintang Daucus carota

Perbesaran 100 x, Reagen air
Tugas II. 10 Rheo discolor yang diberi ph  asam
Rheo discolor yang diberi ph  asam akan berwarna merah
Tugas II. 11 Rheo discolor yang diberi ph basa
Rheo discolor yang diberi ph basa akan berwarna hijau
Tugas II. 12 Gossypium sp/ kapas
Kapas dapat menyerap air karena kapas memilki dinding sel yang tersusun atas selulosa. hal ini berbeda pada kapuk yang terdapat gelembung udara karena tidak dapat menterap air karena dinding selnya terdiri atas suberin.
Tugas II. 13 Bulu domba

Tugas II. 14 Spirogyra sp

Preparat Spyrogyra
reagen air
Spyrogyra memilki butir- butir  Pirenoid berfungsi untuk menghasilkan amilum atau pati.

Tugas II. 15 Preparat biji Jarak (Ricinus communis)


0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS