Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara

kultur jaringan 0

Adhy Ws | Rabu, Desember 29, 2010 | ,

Aplikasi Pengetahuan
Sel & Jaringan Tumbuhan
(Kultur Jaringan)
            



 














                


JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJAJARAN

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Alloh  SWT yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya kepada kita semua, terutama kepada kami para penulis. Sehingga kami dapat menyelesaikan sebuah makalah ini.
            Berikut ini, penulis persembahkan sebuah makalah ( karya tulis) yang berjudul “Aplikasi sel dan jaringan tumbuhan” dengan sub judul: “ Kultur Jaringan “. Kami mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua, terutama bagi kami sendiri. Kepada pembaca yang budiman, jika terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam makalah ini kami mohon maaf karena penulis sendiri masih dalam tahap belajar.
Dengan demikian atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih kepada para pembaca.Wassalam.
          






Jatinangor, 2010



Tim Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN

        Aplikasi pendidikan, penelitian mengenai sel dan jaringan  tumbuhan yang dapat di lakukan pada kehidupan sehari-hari sangatlah banyak, contohnya yaitu pada taksonomi tumbuhan, kultur jaringan dan menghitung lingkar tahun tumbuhan.
       Dengan mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan mengaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan.
Sebelum melangkah lebih jauh mengenai aplikasi pengetahuan sel dan jaringan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari. Suatu hal yang baik apabila kita dapat mengingat-ingat kembali mengenai sel dan tumbuhan itu sendiri.Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup.Sebagai suatu unit struktural, sel merupakan bagian dari komponen penyusun jaringan tubuh makhluk hidup. Sementara sebagai unit fungsional, didalam sel berlangsung reaksi-reaksi kimia dan berbagai proses hidup sehingga setiap sel mampu mempertahankan kehidupannya.
     Jaringan adalah kumpulan dari sel-sel yang memilki fungsi dan bentuk yang sama. Jaringan pada tumbuhan terbagi menjadi 2 macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.
Jaringan meristem terbagi menjadi tiga yaitu :
1.      Meristem apical (meristem ujung)
2.      Meristem lateral (meristem samping)
3.      Meristem interkalar (meristem antara)
Jaringan Dewasa (tersusun atas sel-sel yang tidak dapat membelah lagi) terbagi menjadi empat yaitu :
1.      Jaringan Epidermis
2.      Jaringan Dasar/parenkim
3.      Jaringan Penyokong/Mekanik
4.      Jaringan Pengangkut
BAB 2
ISI

Aplikasi pengetahuan dan penelitian mengenai sel dan jaringan tumbuhan yang akan dibahas dalam artikel ini adalah aplikasi jaringan meristem (pembelahan).
Pengetahuan dan penelitian mengenai sel dapat kita manfaatkan salah satunya dapat kita aplikasikan pada kultur jaringan.Kultur jaringan adalah salah satu bagian kecil dari pengembangan bioteknologi. Kultur jaringan merupakan perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya zat pengatur dan zat tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap(scheilden&schwan1838. Sel memiliki sifat totipotensi yaitu kemampuan sel atau jaringan untuk mampu membelah,memanjang dan membesar dan diferensiasi/spesialisasi menjadi jaringan tersendiri. Prinsip utama kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan ditempat steril.
Pada tanaman organ yang mempunyai kemampuan totipotensi ini biasanya pada jaringan muda/embrional atau jaringan meristem. Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakan secara generatif.
 Pemanfaaatan kultur jaringan mempunyai beberapa keuntungan,antara lain :
*      Pengadaan bibit tidak tergantung musim
*      Mempunyai sifat yang identik dengan induknya
*      Dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas
*      Mampu menghasilkan bibit dalam jumlah besar dalam waktu singkat
*      Kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin(terbebas dari hama, penyakit dan pengaruh lingkungan lainnya.
*      Kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
*      Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah
Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah  :

1)      Pembuatan media
2)      Inisiasi
3)      Sterilisasi
4)      Multiplikasi
5)      Pengakaran
6)      Aklimatisasi

1.      Pembuatan Media
·         Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan.
·         Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak.
·          Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral,vitamin, dan hormone. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti gula,agar dan lain-lain.
·         Zat pengatur tumbuh(hormone) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.
·         Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi/botol-botol kaca
·         Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara dipanaskan pada autoklaf.
2.       Inisiasi
·         Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan.
·         Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas
3.      Sterilisasi
·         Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan dilakukan ditempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril.
·         Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan ethanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan.
·         Teknisis yang melakukan juga harus steril.
4.      Multiplikasi
·         Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media.
·         Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan.
·         Tabung reaksi yang telah ditanami eksplan diletakan pada rak-rak dan ditempatkan ditempat yang steril dengan suhu kamar.
5.      Pengakaran
·         Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan berjalan dengan baik.
·         Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur.
·         Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru(disebabkan jamur) atau busuk(disebabkan bakteri
6.      Aklimatisasi
·         Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aspetik ke bedeng.
·         Pemindahan dilakukan dengan hati-hati secara bertahap yaitu dengan menggunakan sungkup.
·         Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan masih rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar.
·         Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan baru secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.

BAB 3
KESIMPULAN

Keunggulan inilah yang menarik produsen bibit mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat banyak tanaman kehutanan yang dikembangbiakan dengan teknik kultur jaringan, antara lain sengon, jati, akasia dan lain- lain.
Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik, bahkan jato  hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam waktu yang relative pendek dibandingkan dengan tanaman jati yang berasal dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia.Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat.

 
DAFTAR PUSTAKA

Jati,Wijaya.Aktif Biologi.2007.Ganeca Exact:Jakarta.
www.membuatblog.web.id/2010/02/teknik-kulturjaringan.html
biologigonz.blogspot.com/2009/11/kultur-jaringan.html
akhitochan.wordpress.com/2010/01/15/makalah-biologi-kultur-jaringan/

0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS