Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara

Reproduksi 0

Adhy Ws | Rabu, Desember 29, 2010 |

Kemampuan menghasilkan individu baru yang hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.
Ada 2 cara reproduksi :
1. Reproduksi aseksual/Vegetatif
yaitu reproduksi yang terjadi tanpa melibatkan sel-sel kelamin atau gamet. Individu yang dihasilkannya berasal dari satu induk  saja, tidak ada jantan dan betina. Contoh : Tumbuhan yang bersifat pasif.
2. Reproduksi seksual/generatif
dimana terjadi persatuan dua gamet.Contoh pada hewan yang bersifat mobile(bergerak).
Prinsip reproduksi :
1. untuk mempertahankan kelangsungan hidup bila kemampuan anka sama dengan kemampuanadaptasi induknya maka adaptasinya akan lebih baik.
Reproduksi pada Hewan
Reproduksi aseksual
1. Pembelahan(fission)
- terjadi pada hewan bersel satu
- Misalnya pada amoeba pada fase karyokenesis dan sitokenesis
2. Sporulasi(Sporogenesis/Schizogoni)
-nukleus membelah menjadi beberapa nuklei terjadi pembelahan  sitoplasma menjadi beberapa individu baru
-Misalnya : plasmodium
3. Pembentukan tunas(budding)
a. Tunas Eksternal
Tumbuh diluar  tubuh induk bila sudah besar akan dilepaskan bila tidak maka akan membentuk koloni.
misal pada hydra

hydra
anemon laut

b. Tunas Internal (Gemulae)
Tunas akan dibentuk bila kondisi lingkungan kurang baik. Bila induk mati,gemmulae masih dapt dibentuk. Tunasnya disebut statoblast.
misalnya pada spons air tawar dan bryozoa
4. Fragmentasi dan regenerasi
Induk dapat mengadakan fragmentasi atau pemotongan bagian tubuhnya menjadi individu baru.
Contohnya cacing pipih/turbellaria dan anemon laut
Reproduksi Seksual
Fertilisasi adalah persatuan antar gamet jantan dan betina yang menhasilkan zigot
Menurut bentuk dan ukurannya maka gamet terbagi menjadi 3 macam :
1. Isogami (bentuk dan ukurannya sama)
Protista
Contoh : Protista
2. Anisogami (bentuk sama tetapi besarnya tidak sama)
flagellata
Contoh : Flagellata
3. Dogami (bentuk dan beasrnya tidak sama)
Spermatozoit lebih kecil dan bergerak aktif, sedangkan ovum lebih besar dan tidak aktif bergerak.
-Pada metazoa yang sudah maju dan bertebrata spermatozoit dan ovum dihasilkan oleh gonad.
-Gonochorist/diosius adalah organisme yang hanya mempunyai 1 gonad, testis atau ovarium saja.
-Hermaphrodit atau monoesius adalah organisme yang didalam satu individu terdapat 2 gonad.
  misalnya pada Lumbricus rubellus, L. Terestris, Fasciola Hepatica,Achantinca Fulica, Cyclostomata
-Protandri yaitu keadaan dimana kelamin jantan lebih dahulu matang dibanding kelamin betina, dan       
  kebalikannya adalah protogini.
Tipe-tipe khusus reproduksi seksual
1. Partenogenesis alami
    adalah perkembangan telur tanpa dibuahioleh spermatozoa.
    Misal pada apis cerana dan komodo.
2. Partenogenesis buatan
    Dapat dilakukan dengan rangsangan-rangsangan pengocokan, pemutaran,panas, asam organik
    encer,larutan hypertonis pada telur katak dan bulu babi.
3. Paedogenesis
    adalah reproduksi organisme yang masih dalam larva.
    Ada 2 macam paedogenesis yaitu :
   1. Phaedogenesis Amphigoni :
    Larva kawin - fertilisasi - individu baru - terjadi bila lingkungan kurang menguntungkan
    contoh pada salamander di danau meksiko.
   2. Paedogenesis Parthenogenesis
    Larva Fasciola Hepatica (cacing hati) - telur -  miracidium - masuk ke dalam tubuh siput - sporocyst - 
    8-10 redia - cercaria - metacercaria.

4. Poliembrioni
    adalah terbentuknya dua atau lebih individu baru dari satu buah sel telur dengan cara pembelahan atau
    pemisahan pada stadium awal pembelahan.
    Misalnya pada kembar identik manusia,armadillom hymenoptera parasit.
Organ Reproduksi Jantan
testis untuk menghasilkan spermatozoa
penis untuk alat kopulasi
Glandula accessorius untuk mengaktifkan sperma
Vas Efferens untuk saluran-saluran halus dari intratestis ke epididimis
Epididimis untuk penyimpanan dan pematangan sperma
Vas Deferens
Vesicula Seminalis untuk penghasil cairan semen

Oogenesis

spermatogenesis
Hormon dan Fungsinya
Hormon Dihasilkan oleh  Fungsi
GnRH Hipotalamus Regulasi sekresi FSH dan LH oleh hipofisa
FSH  Hipofisa Stimulasi pertumbuhan folikel telur
LH Hipofisa Stimulasi   pertumbuhan  folikel  telur  dan  produksi  oosit 
sekunder; memicu ovulasi; memicu perkembangan korpus 
luteum dan sekresi hormon
Estrogen Folikel Telur bila rendah untuk menghambat hipofisa
bila tinggi untuk  menstimulasi hipotalamus, memicu
perkembangan korpus luteum dan sekresi hormon
progesteron Korpus luteum  memeliharan endometrium, tinggi untuk menghambat 
hipofisa, rendah untuk memicu menstruasi
Reproduksi pada Tumbuhan
lumut
Reproduksi Seksual

Tumbuhan Lumut (bryophyta)

Karakteristik :
menghasilkan sperma berflagel
siklus hidup : generasi gametofit dominan, sporofit tereduksi
reproduksi seksual dan aseksual 
Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Karakteristik :
Berkembang biak dengan spora
Spora dihasilkan didalam sporangium
Sperma berflagel, perlu air untuk fertilisasi
Siklus hidup : generasi sporofit dominan, hidup bebas dan generasi gametofit tereduksi, hidup bebas
Tumbuhan Gymnospermae
karakteristik :
berkembang biak dengan biji
Biji tidaj dilindungi oleh jaringan buah
Struktur reproduksi terdapat pada kerucut (strobilus)
Siklus hidup : Siklus hidup : generasi sporofit dominan, hidup bebas dan generasi gametofit tereduksi, tidak hidup bebas
Tumbuhan Angiospermae
Karakteristik :
Berkembang biak dengan biji
Biji terlindungi oleh jaringan buah
Struktur reproduksi terdapat dalam bunga
Siklus hidup : generasi sporofit dominan, hidup bebas dan generasi gametofit tereduksi, tidak hidup bebas
Terbagi menjadi dua kelas : dikotil dan monokotil

Reproduksi Aseksual
Alami :
Rhizoma

Tunas

Stolon

Geragih

Kormus
umbi lapis

umbi batang

umbi akar

Buatan :
cangkok
stek
enten(okulasi)

merunduk
umbi

kultur jaringan

0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS