Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara

Trip to Morowali 0

Adhy Ws | Selasa, November 18, 2014 |

        Perjalanan berkeliling nusantara dimulai kembali di dalam sebuah pekerjaan di sulawesi tengah. Tiba di Bandar Udara Kendari kami lalu dijemput mobil untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan speed boat menuju morowali. Tiba pukul 10.00 WITA kami mampir di rumah makan padang, karena team yang kumplit tentunya makanan yang diinginkan berbeda dan kompleks. Di sana kita bercerita ketika persib jadi juara. Masyarakat katanya ada yang mendadak jadi kaya dan ada juga yang pulang nobar tanpa bawa motor. Rupanya pertaruhan sepak bola memang sudah ada disini. Dalam cuaca panas kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan kecil. Berisikan 2 speed boat dengan kapasitas 30-50 orang. Pemandangan indah terlihat dari atas Speed boat. Tiba di lokasi kami mulai beristirahat
        Keesokannya kami melihat daerah di sekitar, survey biodiversitas jobku saat ini. Dalam hutan sekunder dapat dilihat strata-strata yang ada lengkap berdasarkan ketinggian loveles dan polunin. Baik stratum A hingga E. Pohon-pohon mencuat tinggi dan ramping. Berada pada fase hutan sekunder muda (akhir), biodiversitas didalamnya tentu sangat menjanjikan. Sulit untuk berjalan didalam kanopi karena banyak rotan dan bambu yang mengular seperti liana.
Pada saat pulang kami berjalan menuju bungku, potensi wisata cukup baik untuk dikembangkan di area ini. apalagi disaat pembangunan bandar udara sudah jadi. Potensi masyakarat akan berkumpul di area ini. Aset yang baik untuk dijaga.
       Namun sayang pembangunan jalan utama yang menyusuri pinggiran pantai membuat beberapa bagian mangrove terpotong-potong. Dengan substrat lumpur yang sedikit membuat ikan-ikan jarang yang melakukan pemijahan di area kecuali dengan ketebalan mangrove yang tinggi. Pantai batuan yang menawan hati dapat kita lihat sepanjang jalan utama sulawesi ini. Seusai pekerjaan kami pulang diantar dengan Mobil 4 WD, perjalanan kami tempuh selama 4 jam. Pengaspalan ada yang baru dimulai di daerah ini. Daerah yang belum diaspal sekilas nampak biodiversitas yang lebih tinggi meskipun kesemuanya maish merupakan hutan sekunder. Terlihat babi menyeberang, kangkareng sulawesi dan kera sulawesi di  beberapa titik selama perjalanan. Sekitar 1 jam perjalanan tata guna lahan mulai berubah menjadi sawit, dari satu desa ke desa lain cukup jauh. jalan cukup baik berkat pengaspalan. Namun rumah-rumah yang ada memang masih sangat sederhana. Pusat-pusat aktivitas masyarakat berada di area mesjid untuk masyarakat muslim. sementara masyarakat yang beragama hindu memiliki pure di dekat rumahya masing-masing. Daerah trans memang banyak disini. Biasanya satu desa di bawa ke suatu lokasi trans. Selain sawit masyarakat juga mengandalkan upah dari hasil berkebun dan menanam padi. Untuk para nelayan mereka memiliki aktivitas terpusat di dermaga/pelabuhan-pelabuhan kecil. Sulit untuk menemukan oleh-oleh di area ini, kacuali kacang mete yang gurih dan nikmat.

0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS