Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara

difusi&osmosis, plasmolisis dan tekanan turgor 0

Adhy Ws | Kamis, November 25, 2010 |

A. DIFUSI dan OSMOSIS

Difusi adalah kecenderungan dari partikel untuk menyebarsecara spontan dari cairan yang berkonsentrasi  tinggi ke cairan yang berkonsentrasi rendah.
Osmosis adalah berpindahnya air dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi memalui membran selektif permeabel.
hipotonik adalah kondisi cairan berkonsentrasi rendah
hipertonik adalah kondisi cairan berkonsentrasi tinggi
isotonik adalah konsentrasi membran dikedua sisi membran sama(antara sel dan medium sekitarnya sama)
Plasmolisis adalah kondisi dimana sitoplasma kekurangan air dan mengerut volumenya yang menyebabkan terlepas dari dinding selnya.
Krenasi adalah penyusutan dalam sel dimana sel berada dalam medium hipertonis
Tekanan turgor terjadi pada sel tumbuhan dimana tekanan volume air menekan dinding sel.

alat dan bahan :
Beaker glass 250 ml
Pisau/cutter
milimeter block
silet
kaca objek dan penutupnya
mikroskop
pipet dan pinset
timbangan
jangka sorong
kentang/pepaya muda
aquades
larutan NaCl 0,9%;2%;10%
Daun Rhoeo discolor
Larutan HCl pekat
Telur Puyuh

TATA KERJA
Tekanan turgor
a. Buat 2 buah potongan kentang/pepaya dengan ukuran panjang 8 cm, lebar = 1 cm.tinggi = 1cm
b. masukan1 potongan kentang/pepaya dalam beakerglassyang berisi aquades dan 1 potongan lain dalam beakerglass dalam larutan NACl 10 %. Rendam selama 30 menit.
c. Ukur kembali panjang, lebar dan tinggi masing-masing potongan kentang / pepaya pada kedua larutan dan tentukan berapa mm lengkungan yang terjadi dengan menggunakan milimeter block.

dua buah kentang yang dimasukan pada dua media yang berbeda

Plasmolisis
a. Buatlas sayatan tipis epidermis bawah daun Rhoeo discolor yang berna ungu dan letakkan di atas objek glass yang telah ditetesi NaCl 0,2 % kemudian tutup dengan cover glass.
b. Amati di bawah mikroskop dengan perbesaran lemah kemudian perbesaran lebih kuat dan buatlah gambarnya.
c. Pada objek glass tersebut tambahkan larutan NaCl 10 % dengan meneteskannya pada salah satu sisi coverglass. Kelebihan cairan diisap dengan kertas saring/ tissue.
d. Biarkan selama sekitar 10 menit kemudian amati dan gambar keadaan selnya, serta coba bandingkanlah dengan sel sebelum diberi larutan NaCl 10%.
Sebelum diberi NaCL 10 %

Setelah ditetesi NaCl 10 %

Hemolisis
a. sediakan 3 buah objek glass yang masing-masing telah ditetesi dengan larutan NaCl 0,9 % akuades dan NaCl 2 %.
b. Pada masing- masing objek glass tersebut, tambahkan setetes eritrosit tikus lalu tutup dengan cover glass, amati dibawah  mikroskop, dan gambar sel-selnya.

Osmosis
a. Sediakan 3 butir telur, buatlah 100 ml campuran HCl : akuades (60 ml: 40 ml) ddan masukan telur kedalam larutan tersebut. Biarkan beberapa lama sampai cangkang kapurnya larut. Tentukan ukuran (diameter panjang pendek) dengan jangka sorong serta beratnya.
b. Siapkan 3 buah beaker glass yang msaing-masing telur pada setiap beaker glass berisi larutan NaCl 0,9 % akuades dan NaCl 10 % dan masukan masing-masing telur pada setiap beaker glass yang telah diisi larutan yang berbeda.
c. Biarkan selama 1 jam kemudian tentukan kembali ukuran dan berat masing-masing tekur yang direndam pada larutan yang berbeda.

B.FOTOSINTESIS

disebut asimilasi karbon ialah proses pembentukansenyawa organik karbohidrat dari karbondioksida dan air.
Pada percobaan ini akan dibuktikan bahwa zat yang mengandung amilum akan berwarna hitam.

Alat dan Bahan
Beaker GLass
Pembakar spirtus
Kaki tiga
Kasa
pipet dan pinset
petridish
lumpang dan mortar
Tabung reaksi atau gelas ukur
Kertas saring/ kromatografi
Corong
aquades
Daun Bayam
Alumunium foil
lugol

aseton 85 % /alkohol 95 %

TATA KERJA
1. Pembentukan amilum
a. pada sore hari(sehari sebelum percobaan ) daun dari tumbuhan ditempat terkena sinar matahari ditutup bagian tengahnya dengan alumunium foil dan dijepit dengan klip
b. Pada keesokan harinya (setelah daun dibiarkan terkena sinar matahari daun dipetik dan alumunium foil dibuka, kemudian dimasukan  kedalam air panas hingga layu.
c. Daun segera diangkat dan dimasukan kedalam alkohol panas sampai klorofilnya terlihat larut dan berwarna pucat.
d. Angkat daun dengan pinset dan letakan diatas petrisdish kemudian tetesi lugol hingga merata.
e. Perhatikan perbedaan warnanyapa dabagian daun yang ditutupi alumunium foil dan bagian yan dibiarakn terbuka.
f. Kesimpulan apa yang saudara dapat dari hasil percobaan tersebut.

Kromatografi ekstrak daun
a. Ambil 5-6 helai daun bayam yang hijau dan potong kecil-kecil, kemudian di gerus dengan lumpang porselen.
b. Tambahkan aseton 85 % atau alkohol 95 %  sebanyak 5 ml sambil digerus sampai halus.
c. Saring dengan menggunakan  corong yang telah dilapisi kertas saring dan tampung ekstrak dengan menggunakan tabung reaksi (1-2 ml)
d. Tempatkan dengan kertas saring/ kertas kromatografi dalam tabung reaaksi atau gelas ukur yang telah diisi ekstrak dengan posisi tegak.
e. Biarkan ekstrak merembes ke atas  dan amati pigmen-pigmen yang terbentuk pada kertas saring.
f. apa yang dapat saudara simpulkan dari hasil pengamatan tersebut.


penyinaran dengan lampu
Gelembung udara yang naik
lihat dari atas

0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS