Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara

Microbiology 0

Adhy Ws | Senin, Desember 13, 2010 | ,

           Mikrobiologi besasal dai kata (mikros=kecil/sangat kecil), (bio= kehidupan). Mikrobiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang organisme yang berukuran mikron. Mikrobiologi mempelajari tentang seluk beluk jasad renik yang ada di sekitar kita,antara lain bakteri, jamur, virus dan mikro algae serta protozoa. Mikrobiologi menghasilkan suatu senyawa melalui proses-proses metabolic.Dalam mikrobiologi kita akan mempelajari tentang bentuk, kehidupan,sifat, dan penyebaran organisma yang berbbentuk mikroba.(jasad renik). Dunia mikroba adalah dunia yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. 
          Beberapa mikroba (seperti alga dan jamur) cukup besar untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.Namaun kedua organisme ini masih dikategorikan kedalam kajian mikrobiologi, hal ini karena teknik yang digunakan untuk mengkajinya.(seperti isolasi,sterilisasi,kultivasi,dalam media artifisik sama seperti anggota mikroorganisme lainnya.
          Kajian yang termasuk mikrobiologi adalah bakteri, jamur, mikroalgae,protozoa dan virus.Dalam pembahasan kali ini kita hanya akan mengkaji tentang bakteri dan jamur.

I. BAKTERI

          Bakteri adalah makhluk sederhana yang hidup. Bakteri ada dimana-mana. Mereka berada di roti yang anda makan, tanah yang tanaman tumbuh, dan bahkan dalam diri Anda. Mereka tidak memiliki nukleus yang terorganisir. Bakteri adalah sel tunggal yang kecil yang seluruh tujuan dalam hidup adalah untuk meniru.
Oke. Jadi kita sudah bilang mereka tidak memiliki inti terorganisir. Benar. Mereka memiliki DNA. Hal ini membuat bakteri dikelompokkan dalam nucleoid. Mereka memiliki selaput sel seperti sel-sel lain dan bahkan dinding sel pelindung. Mereka tidak memiliki organel, hanya ribosom. (Ini semua adalah karakteristik dari prokariota jika Anda ingat.) 

Apa yang mereka lakukan?

Segala macam hal. Mereka melakukan apa saja. Beberapa tanaman membantu menyerap nitrogen (N) dari tanah. Beberapa penyakit menyebabkan seperti botulisme. Beberapa bakteri bahkan hidup di dalam perut sapi untuk membantu mereka memecah selulosa. Sapi sendiri dapat mencerna rumput dan tanaman tentang serta yang kita lakukan. Mereka tidak mendapatkan banyak nutrisi dari tumbuhan dan tidak dapat memecah selulosa. Dengan bakteri, selulosa bisa dipecah menjadi gula dan kemudian melepaskan seluruh energi yang mereka butuhkan. Bayangkan jika ilmuwan bisa mengembangkan bakteri untuk hidup di dalam diri kita yang akan mengurai tumbuhan. Kita bisa makan rumput dan daun sepanjanghari.


Ciri-ciri Bakteri: 
1.                  Ukuran tubuh yang berdiameter 0,12 mikron sampai 200 mikron
2.                  Dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan mikroskop cahaya
3.                  Bentuknya kokus (bulat), basil (batang), dan spirilia (spiral)
4.                  Memiliki dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan


Bentuk-bentuk bakteri :
1.                  Kokus (bulat):
·                     Monokokus -> sel bakteri kokus tunggal, contohnya: Chlamydia trachomatis
·                     Diplokokus -> dua sel bakteri kokus yang berdempetan, contohnya:Diplococcus pneumoniae
·                     Tetrakokus -> empat sel bakteri kokus yang berbentuk segi empat, contohnya: Pediococcus cerevisiae
·                     Sarkina -> delapan bakteri kokus berdempetan membentuk kubus, contohnya: Thiosarcina rosea
·                     Streptokokus -> lebih dari empat sel bakteri kokus yang berdempetan membentuk rantai, contohnya: Streptococcus mutans (bakteri pada gigi)
·                     Stafilokokus -> lebih dari empat sel bakteri yang berdempetan membentuk buah anggur, contohnya: Staphylococcus aureus (pada bisul)
2.                  Basil (batang):
·                     Monobasil -> sel bakteri tunggal, contohnya: Escherichia coli (pada perut),bacilus subtilis (di tanah)
·                     Diplobasil -> dua sel bakteri yang berdempetan
·                     Streptobasil -> beberapa sel bakteri basil yang berdempetan membentuk rantai, contohnya: Bacillus anthracis
3.                  Spirilia (spiral):
·                     Spiral -> bakteri yang berbentuk gelombang, contohnya: Thiospirillopsis floridana,Azospirillium floridana.(ditanah)
·                     Spiroseta -> bentuk bakteri yang menyerupai sekrup, contohnya:Treponema pallidum(penyebab sifilis)
·                     Vibrio -> sel bakteri yang berbentuk seperti tanda baca koma, contohnya:Vibrio cholerae

Source: google.com


Struktur dan fungsi sel:
·                     Dinding sel -> sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri yang terdiri dari peptidoglikan
·                                             Bakteri Gram positif -> bakteri yang memiliki dinding sel dan peptidoglikan yang tebal. Bakteri ini akan berwarna ungu jika diwarnai dengan pewarnaan gram, contohnya: Vibrio cholerae
·                                             Bakteri Gram negatif -> bakteri yang memiliki dinding sel dan peptidoglikan yang tipis dan akan berwarna merah muda jika diwarnai pewarnaan gram, contohnya: Escheria coli
·                     Membran plasma -> membran yang menyelubungi sitoplasma, tersusun dari fosfolipid dan protein, yang berfungsi mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya
·                     Sitoplasma -> cairan sel
·                     Ribosom -> organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun dari protein dan RNA
·                     DNA -> pembawa informasi genetik
·                     Granula penyimpanan -> menyimpan cadangan makanan
·                     Kapsul atau lapisan lendir -> lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu
·                     Flagellum -> bulu cambuk/ struktur batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel, tersusun dari protein
·                     Pili (fimbriae)
Berukuran lebih kecil dan lebih pendek dari flagel. Pili hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Dijumpai pada bakteri yang bergerak maupun yang tidak bergerak.
Source: google.com

Cara hidup :
1.                  Berdasarkan cara memperoleh makanannya:
·                     Bakteri Heterotrof -> bakteri yang makanannya berupa senyawa organik dari organisme lain
·                                             Bakteri Saprofit -> bakteri yang memperoleh sisa makanan dari sisa  organisme  lain.Contoh : jamur kuping.
·                                             Bakteri Parasit -> bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya/merugikan.Contoh : Fussarium sp(merusak tanaman bawang dan jagung.
·                     Bakteri Autotrof -> bakteri yang mampu membuat makanan sendiri
·                                             Bakteri fotoautotrof -> bakteri yang menggunakan energi cahaya untuk membuat makanannya
·                                             Bakteri kemoautotrof -> bakteri yang mensintesis makanannya menggunakan energi kimia
2.                  Berdasarkan Kebutuhan oksigennya dibagi jadi dua yaitu:
·                     Bakteri aerob -> bakteri yang membutuhkan oksigen untuk memperoleh enerjinya
·                     Bakteri anaerob -> bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk memperoleh energinya
·                                             Bakteri anaerob obligat -> hanya dapat hidup jika tidak ada oksigen, dengan kata lain oksigen merupakan racun baginya
·                                             Bakteri anaerob fakultatif -> dapat hidup dengan atau tanpa oksigen
·                                              
3.                  Reproduksi:
·                     Transformasi -> adalah masuknya DNA telanjang kedalam sel bakteri dan mengubah sifat sel bakteri.
·                     Transduksi -> adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lain dengan pengantara bakteriofage
·                     Konjugasi -> adalah pemindahan materi genetik secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan diantara kedua sel
4.                  Habitat: hidup di air, tanah, udara, sisa makhluk hidup dan dalam tubuh organisme lain. umumnya hidup ditempat agak lembab dan basah pada suhu 25-37C.

Klasifikasi Eubacteria:

·                     Proteobacteria
·                     Cyanobacteria
·                     Spirochetes
·                     Chlamydias
·                     Bakteri Gram positif
Archaebacteria
Archaebacteria memiliki susunan,struktur, metabolisme, dan urutan asam yang berbeda dengan asam nukleat. dibagi jadi 3:

    *
Bakteri Metanogen ->bakteri menghasilkan metana dari gas hidrogen dan CO2 atau asam asetat
    *
Bakteri Halofil -> bakteri yang hidup di kadar garam tinggi
    *Bakteri Termoasidofil ->hidup di lingkungan ekstrim panas dan asam 
Bakteri menguntungkan
·                      Bakteri pengurai

Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati, serta sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari sampah-sampah organik.
Bakteri nitrifikasi

Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu:

Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum, nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah.
 Bakteri nitrogen

Bakteri nitrogen adalah bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi suatu senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan.
·                     Bakteri fermentasi

·                      Bakteri penghasil antibiotik

Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain.

Bakteri merugikan
·                     Bakteri perusak makanan

Beberapa spesies pengurai tumbuh di dalam makanan. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin (racun). Racun tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia. Contohnya:
Bakteri denitrifikasi

Jika oksigen dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi, yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi adalah Micrococcus denitrificans dan Pseudomonas denitrificans. 
JAMUR / FUNGI
Jamur merupakan organisme uniseluler maupun multiseluler (umumnya berbentuk benang disebut hifa, hifa bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman disebut miselium, dinding sel mengandung kitin, eukariotik, tidak berklorofil.Jamur multiseluler dan memiliki hifa adlah kapang, sementara yanhg tidak berhifa dan uniseluler adalah khamir(disebut jamur sempurna) Hidup secara heterotrof dengan jalan saprofit (menguraikan sampah organik), parasit (merugikan organisme lain), dan simbiosis. Habitat jamur secara umum terdapat di darat dan tempat yang lembab. Jamur uniseluler dapat berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dapat dilakukan dengan cara membentuk spora, membelah diri, kuncup (budding). Secara generatif dengan cara membentuk spora askus. Sedang untuk jamur multiseluler reproduksi vegetatif dengan cara fragmentasi, konidium, zoospora. Secara generatif dapat dilakukan dengan cara konjugasi, hifa yang akan menghasilkan zigospora, spora askus, spora basidium.

KLASIFIKASI JAMUR
Kingdom fungi dibagi menjadi lima divisi yang berbeda dalam hal struktur hifa dan struktur penghasil spora, teriri dari yaitu:

1. Zygomycotina (kelas Zygomycetes)

a. Habitat di darat, di tanah yang lembab atau sisa organisme mati
b. Hifanya bercabang banyak tidak bersekat saat masih muda dan bersekat setelah menjadi
tua
c. Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk spora tak berflagel (aplanospora) dan
generatif dengan cara gametangiogami dari dua hifa yang kompatibel/konjugasi dengan
menghasilkan zigospora
d. Contohnya :Rhizopus sp


Miseliumnya mempunyai tiga tipe hifa yaitu :
* stolon (hifa yang membentuk jaringan di permukaan substrat seperti roti),
* rhizoid (hifa yang mnembus substrat dan berfungsi untuk menyerap makanan), sporangiofor
(tangkai sporangium)
Berkembangbiak dengan cara vegetatif yaitu membuat sporangium yang menghasilkan spora.
Generatif yaitu dengan konjugasi dua hifa (-) dan hifa (+).
Contoh lain dari jamur dan perannya
1. Mucor mucedo Hidup pada kotoran ternak
2. Rhizopus nigricans Menghasilkan asam fumarat, pemasak buah
3. Rhizopus oryzae Jamur tempe/untuk membuat tempe
4. Rhizopus nodusus Menghasilkan asam laktat
5. Plasmopora viticola Parasit pada anggur

2. Ascomycotina
Hidup saprofit di dalam tanah atau hipogean, hisup di kotoran ternak disebut koprofil, ada juga yang parasit pada tumbuhan. Tubuhnya terdiri atas benang-benang yang bersekat atau ada yang unisel dan tidak memiliki hifa.
Cara berkembangbiak ada dua cara:
a. Secara vegetatif. Dengan cara kalmidospora (spora berdinding tebal), fragmentasi
(pemisahan sebagian csbang dari miselium yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru),
tunas/kuncup (budding) yaitu pada Saccharomyces.
b. Secara generatif
Dengan menghasilkan spora yang dibentuk di dalam askus. Askus-askus itu berkumpul dalam badan yang disebut askokarp
Contohnya:
a. Saccaharomyces cerevisiae untuk membuat tape
b. Saccaharomyces ovale untuk membuat tape
c. Saccaharomyces sake untuk membuat sake jepang

 Aspergilus

d. Penicillium notatum penghasil antibiotik pinisilin
e. Penicillium chryzogenum penghasil antibiotik pinisilin
f. Penicillium camemberti mengharumkan keju
g. Penicillium roquerforti mengharumkan keju
h. Aspergillus flavus menghasilkan alfatoksin
i. Aspergillus fumigatus parasit paru-paru burung
j. Aspergillus oryzae untuk membuat tape
k. Aspergillus wentii untuk membuat kecap
l. Aspergillus nidulans penyebab automikosis/penyakit telinga
m. Laboulbenia parasit pada serangga
n. Claviseps purpurea bahan obat-obatan
o. Reosellina arcuata hidup pada potongan akar
p. Nectria cinabarina parasit pada kayu manis
q. Neurospora sitophila untuk membuat oncom

3. Basidiomycotina
Umumnya makroskopis atau mudah dilihat dengan mata telanjang. Miseliumnya bersekat dan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu: miselium primer (miselium yang sel-selnya berinti satu, umumnya berasal dari perkembangan basidiospora) dan miselium sekunder (miselium yang sel penyusunnya berinti dua, miselium ini merupakan hasil konjugasi dua miselium primer atau persatuan dua basidiospora). Cara reproduksi : vegetatif (dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium) dan secara generatif (dengan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, yang menghasilkan spora yang disebut basidiospora)
Contohnya:
a. Puccinia graminis parasit pada rumput-rumputan
b. Ustilago vireus parasit pada padi
c. Ustilago maydis parasit pada jagung
d. Volvariella volvacea jamur merang, dapat dimakan
e. Auricularia polytrica jamur kuping, dapat dimakan
f. Amanita phalloides menghasilkan racun falin yang merusak darah
g. Ustilago compestris jamur kaleng
h. Amanita muscaria menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh lalat
i. Pleurotes (jamur tiram) enak dimakan
j. Exobasidium vexans parasit pada tanaman the
k. Corticium salmonella jamur upas, parasit pada pohon buah-buahan dan karet

4. Deuteromycotina
a. Belum diketahui tingkat seksualnya, disebut juga jamur tidak sempurna (fungi imperfecti)
b. Pembiakan vegetatif dengan menggunakan konidium, sedang alat pembiakan generatifnya
(askus atau basidium) belum atau tidak dikenal. Contoh klasik ialah Monilia sitophila, jamur
ini masuk Deuteromycotina. Tetapi setelah ditemukan alat pembiakan generetif oleh Dodge
(1927) dan Dwijosoeputro (1961), jamur ini dikelompokkan ke dalam Ascomycotina dan
namanya diganti menjadi Neurospora sitophila.
c. Contohnya
a. Helminthosprium oryzae parasit pada padi
b. Sclerotium rolfsii parasit pada bawang merah
c. Monila sitophila jamur oncom, enak dimakan
d. Tinea versicolor jamur panu
e. Epidermophyton floocossum jamur kulit, parasit pada kaki atlit
f. Verticillium penyebab layu pada bibit-bibit tanaman
g. Curvularia parasit pada rerumputan

MIKORIZA

Mikoriza bukan takson dalam kingdom jamur, mikoriza merupakan jamur yang hifanya bersimbiosis dengan akar suatu tanaman. Berdasarkan kedalaman jaringan yang digunakannya mikoriza dapat digolongkan menjadi dua tipe mikoriza, yaitu:

Ektomikoriza
Yaitu jika hifa jamur hanya hidup di daerah permukaan akar, yakni pada jaringan epidermis. Dari tumbuhan inangnya memperolah bahan makanan seperti vitamin, gula, asam amino. Sedangkan inangnya mendapatkan air dan unsur-unsur dari tanah lebih banyak. Contohnya jamur ektomikoriza bersimbiosis dengan tanaman pinus, bentuknya seperti payung.

Endomikoriza
Yaitu hifa jamur menembus akar hingga masuk ke jaringan korteks. Endomikoriza tidak mempunyai inang khusus. Contohnya jamur yang hidup pada akar anggrek, sayuran, dan berbagai jenis pohon.

LUMUT KERAK

Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan Ascomycotina atau Basidiomycotina (mikobion) dengan Chlorophyta atau Cyanobacteria bersel satu (fikobion). Menurut bentuk pertumbuhannya, lumut kerak terbagi menjadi tiga tipe yaitu:
a. Krustos, jika talus terbentuk seperti kerak (kulit keras) dan melekat erat pada substratnya.
Contohnya : Physcia
b. Folios, jika talus berbentuk seperti daun. Contohnya : Umbillicaria, Parmelia
c. Fruktikos, jika talus tegak seperti semak atau menggantung seperti jumbai atau pita.
Contohnya Usnea longissima
Reproduksi generatif yaitu berdiri sendiri antara jamur dan ganggang yang bersimbiosis, dan vegetatif dengan cara fragmentasi. Manfaat lumut kerak bagi kehidupan manusia diantaranya:
a. Dapat dibuat obat
b. Dapat digunakan sebagai penambah rasa dan aroma
c. Pigmen yang dihasilkan dapat dibuat kertas lakmus celup indikator pH
d. Pada daerah bebatuan, lumut kerak dapat melapukan bebatuan dan menambah kandungan zat-zat yang dimilikinyaDapat digunakan sebagai indikator pencemaran

Peranan Jamur Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.
a. Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
b. Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu
dalam pembuatan tempe dan oncom.
c. Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri
keju, roti, dan bir.
d. Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.
e. Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.
Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.
a. Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit
rebah semai.
b. Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman
kentang.
c. Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.
d. Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.
e. Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru
manusia.
f. Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.  
Pengamatan Struktur bakteri
       Dilakukan dengan zat warna yang diharapkan dapat terikat dalam asam nukleat bakteri.zat warna yang biasa digunakan adalah metylen blue untuk memberi warna biru setelah bakteri diwarnai selama 1-2 menit.Kristal violet memberi warna ungu  setelah selang waktu 2-60 detik. Karbol fuchsin memberikan warna merah setelah selang waktu 15-30 detik.
Pengamatan Struktur Jamur
        Jamur (fungus,fungi) merupakan sel eukariotik, nonfotosintetik dan heterotrof (menggunakan bahan organik sebagai makanan). Jamur parasit hidup di organisme hidup dan jamur saprofir hidup di organisme mati/
        Jamur terdiri dari susunan sel yang membentuk filamen bercabang yang disebut hifa. Kumppulan hifa yang membentuk percabangan yang tebal disebut miselium. Ciri umum jamur adalah adanya spora yang menyebabkan jamur dapat hidup dalam cuaca yang ekstrim, sehingga dapat hidup diberbagai tempat seperti tanah,air,udara,hewan,tanaman, dan manusia. Keberadaan jamur sangat penting untuk perombakan material-material organik.
Pada praktikum ini akan dipelajari jenis-jenis jamur pada tempe,air liur, roti dan tape peyeum 

Alat dan Bahan 
Kaca objek
Kaca penutup
Tusuk gigi
Batang ose
Pipet tetes
Tabung reaksi vol 20 ml
Bak pewarnaan
Mikroskop cahaya pembesaran 1000 x
Pembakar spirtus
Kotoran gigi
Tape
Tempe
Roti berjamur
Methylen blue
Karbol fuchsin
kristal ungu
NaCl fisiologis 85 %
Alkohol 70 %
Kapas
Kertas saring
Aquades
Tata Kerja
1.Pengamatan Bakteri dari Kotoran Gigi
1. Bersihkan kaca objek dengan kapas yang telah dibasahi alkohol  hingga bersih dan bebas lemak.
2. Fiksasi di atas api selama 10-20 kali, lalu dinginkan.
3. Kotoran gigi diambil dengan tusuk gigi lalu oleskan pada kaca objek 
4. Tetesi kotoran gigi dengan 1 ose NaCl Fisiologis 0,85 % dan ratakan di atas kaca objek
5. Keringkan lapisan bakteri tersebut,setelah kering, fiksasi diatas api dengan cara dilewatkan di atas api sebanyak 3 kali.
6. Dinginkan preparat tersebut dan letakan di atas bak pewarna.
7. Tetesi lapisan bakteri dengan zat pewarna yang diinginkan dan hitung waktunya.
8. Buang sisa zat pewarna,keringkan.
9. Tetesi preparat yang sudah kering dengan minyak imerse dan amati di bawah mikroskop.

Gambar sel kotoran gigi dengan perbesaran 1000 x dan reagen methylen blue


Gambar sel kotoran gigi dengan perbesaran 1000 x dan reagen  karbol fuchsin


Gambar sel kotoran gigi dengan perbesaran 1000 x dan reagen kristal violet

2. Pengamatan Jamur dari Tape
1. Timbang tape sebanyak 1 gram, haluskan dan campur dengan  9 ml air steril dalam tabung reaksi dengan volume 10 ml, kocok tabung reaksi tersebut hingga suspensi tercampur rata.
2.Diamkan suspensi dalam tabung hingga terjadi pengendapan. Ambilah supernatan di bagian atas tabung dengan pipet tetes.
3. Ambil supernatan sebanyak 1 tetes dan letakan dalam kaca objektambahkan 1 tetes methylen bleu dan tutup dengan cover glass.
4. Amati selnya.

Gambar sel Jamur tape Saccharomyces cereviseae dengan reagen methylen blue.

3. Pengamatan Jamur pada Tempe dan Roti berjamur 
1. Ambilah jamur pada permukaan tempe dan roti dengan ose steril.
2. Letakan jamur pada kaca preparat dan tetesi dengan air lalu tutup dengan kaca penutup
3. Amati bentuk jamur tersebut.


Gambar Penicillium sp. dan Aspergillus sp.


Gambar  Aspergillus oryzae dengan perbesaran 400 x



Gambar jamur pada tempe Rhyzopus oryzae dengan perbesaran 400 x & reagen air.
DAFTAR PUSTAKA

Source:biology4kids.com
http://adesahy.blogspot.com/search/label/biologi
Irawan, Budi.,dkk.2010.Penuntun Praktikum Biologi Dasar.

0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS