Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS

koleksi kering, koleksi basah dan slide preparat invertebrata 0

Adhy Ws | Senin, September 05, 2011 | , ,

·         Cara mengumpulkan invertebrata dapat dilakukan bermacam-macam, tergantung kepada jenis invertebrata dan tujuan pembuatan koleksi tersebut.
·         Urutan kegiatan koleksi dan pengawetan invertebrata, dilakukan seperti bagan di bawah ini :
MENGUMPULKAN INVERTEBRATA
·         invertebrata praktis dapat ditemukan dimana-mana dan selalu dalam jumlah yang banyak.
·         Semakin banyak tempat yang dikunjungi orang untuk mencari invertebrata, maka akan semakin besar variasi invertebrata yang akan diperoleh dalam pengumpulan.
·         Untuk mengumpulkan invertebrata perlu memperhatikan musim, cuaca dan waktu tertentu dimana populasinya tinggi, akan tetapi untuk memperoleh keragaman yang terbesar harus mengumpulkan sepanjang tahun karena jenis yang berbeda aktif pada waktu-waktu yang berbeda.

Bahan dan Alat Pengumpulan Invertebrata
·          Alat-alat berikut biasanya digunakan ketika mengumpulkan invertebrata :
     Jaring serangga
     Botol-botol pembunuh
     Kotak pil yang mengandung kertas tissue
     Amplop-amplop, atau kertas untuk membuat amplop
     Botol-botol kecil bermulut lebar untuk pengawetan
     penjepit-penjepit
     Lensa lapang
     Kertas-kertas lembaran putih biasa
     Alat penyedot
     Payung pemukul atau lembaran kain
     Penyaring
     Perangkap
     Alat pemgumpul akuatik
     Lampu kepala
     Pisau lipat
     Kuas bulu onta

·         Untuk metode khusus digunakan alat-alat sebagai berikut :
      Aspirator
      Lubang Perangkap (pitfall trap)
      Corong Berlese

      Beating Sheets

      Cahaya

      Baits


Metode Pengumpulan
·         Metode pengumpulan invertebrata dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung pada jenis invertebrata dan habitatnya, metode yang dapat dilakukan diantaranya :
1.     Aspirator :
·         Alat ini digunakan untuk menangkap serangga kecil yang aktif bergerak seperti parasitoid kecil, lalat kecil, wereng dll.
·         Aspirator juga digunakan untuk mengambil serangga-serangga kecil yang tertangkap dari jaring serangga.
·         Aspirator biasanya terbuat dari tabung kaca sebagai tempat pengumpul serangga dan ditutup dengan karet yang diberi lubang untuk untuk dua pipa, yang satu untuk mengisap serangga ke dalam tabung dan lainnya ke mulut untuk menghisap udara.

2.  Koleksi dengan tangan :
·         Banyak invertebrata terdapat pada tanaman, di serasah, di bawah batu dan tempat-tempat lain yang dapat dicari dan dikoleksi langsung dengan tangan. Pada tanaman, invertebrata dari berbagai stadia (telur, larva/nimfa, pupa, dan imago) dapat ditemukan di daun, batang/kayu, dan atau akar.
·         Banyak larva berbagai serangga terdapat pada kayu atau bahan organik yang membusuk, seperti kayu lapuk, bangkai binatang dan lain-lain.
·         Koleksi dengan tangan membawa resiko, khusunya apabila invertebrata yang ditangkap beracun, oleh karena itu alat seperti forcep atau kaos tangan dapat digunakan untuk menghindari bahaya terhadap tangan.

3.  Koleksi dengan jaring  :
·         Jaring merupakan alat yang paling banyak dan umum diguakan untuk koleksi invertebrata.
·         Pada dasarnya ada tiga jenis jaring  yaitu: jaring udara (aerial net), jaring ayun (sweep net), dan jaring air (aquatic net).
·         Jaring udara digunakan untuk menangkap serangga terbang seperti kupu-kupu, lalat, belalang, lebah, dan capung.
·         Jaring serangga mempunyai diameter 35 cm pada bagian depan dan panjang jaring 50 cm. Tongkat tangkai jaring biasanya sepanjang 100 cm.
·         Jaring ayun untuk menangkap serangga pada daun-daunan atau rerumputan.
·         Bentuk jaring ayun adalah heksagonal.
·         Agar serangga tidak keluar, usahakan waktu mengambil seranga dari jaring membelakangi sinar matahari.
·         Jaring air harus lebih kuat untuk menahan kotoran dalam air, baik kawat lingkar dan bahan jaringnya.
·         Untuk mengambil serangga yang ada, yang biasanya tercampur lumpur, biasanya lumpur ditaruh di suatu nampan dan diberi air lalu dikorek-korek untuk mendapatkan serangganya.

4. Koleksi dengan lembar-pengumpul (Beating sheets) :
·         Beberapa serangga pada tanaman sulit dikenali karena bentuknya mirip daun atau duri pada tanaman.
·         Maka itu lembar-pengumpul merupakan alat yang tepat untuk mengkoleksi serangga tersebut dan jenis lain seperti kutu-kutuan serta tungau. Lembar untuk koleksi diletakkan di bawah bagian tanaman dan tanaman dipukul-pukul.Koleksi serangga kecil dari lembar pengumpul dapat dilakukan dengan kuas yang dibasahi air.

5. Penyemprotan dengan insektisida knock-down :
·         Pada tanaman yang tinggi serangga sulit ditangkap. Penyemprotan/ pengkabutan dengan insektisida bereaksi cepat seperti piretroid sintetik.

6. Pengekstraksi

·         Perangkap serangga yang dapat digunakan, diantaranya :
  Panci kuning
  Perekat
  Kertas
  Penjebak
  Kupu-kupu
  Feromone
  Penyedot
  Cahaya
  Layar
  Malaise
·         Sebelum dilakukan tahapan pengawetan dan perentangan, invertebrata dapat disimpan di amplop kertas, atau lebih dikenal dengan nama papilot.
·         Amplop ini bisa digunakan untuk menyimpan invertebrata bertubuh kecil dan bersayap lebar, seperti kupu-kupu dan capung, diluar amplopnya juga bisa digunakan untuk menuliskan data yang berhubungan dengan pengkoleksian.

KILLING AGENTS / STRATEGI
Persyaratan
·         Bila invertebrata akan diawetkan, sesudah invertebrata ditangkap, invertebrata harus dibunuh sedemikian rupa sehingga tidak rusak atau patah.
·         Semacam botol pembunuh dengan berbagai ukuran dan bentuk dapat dipakai dan berbagai bahan dapat dipakai sebagai agen pembunuh.
·         Botol-botol yang digunakan sebaiknya adalah botol-botol yang menggunakan tutup gabus dan diberi label RACUN dan semua botol-botol gelas harus diperkuat dengan selotape untuk mencegah penyebaran kaca bila pecah.
·         Beberapa material yang dapat digunakan sebagai agen pembunuh yaitu sianida, CaSO4, etil asetat, karbon tetroklorida, dan kloroform.

Strategi
·         Sebuah botol pembunuh sianida terdiri dari kapas dan karton yang harus dipadatkan rapat kebawah, dan karton harus memiliki beberapa lubang jarum didalamnya kemudian ditutup dengan gabus yang kompatibel dengan mulut botol. Sebuah botol sianida yang terbuat dari bubuk putih lembab CaSO4 lebih lama membuatnya tetapi lebih tahan lama.
·         Sianida harus dalam bentuk bubuk atau granul yang sangat halus, kemudian CaSO4 yang basah dituangkan ke dalam botol dan dibiarkan tidak bersumbat dan sebaiknya diletakkan diluar ruangan, sampai seluruh zat mengendap dan mengering.
·         Botol disumbat dengan gabus, dasarnya di tape, diberi label racun dan sehari kemudian botol siap dipakai.
·         Untuk agen pembunuh yang lain, botol-botol yang memakai material-material ini terbuat dengan cara meletakkan beberapa macam material yang menyerap di dalam botol dan memasukkannya dengan agen tersebut.
·         Kapas adalah suatu material penyerap yang bagus tetapi harus ditutupi dengan selembar karton atau penyaring, kalau tidak serangga-serangga dapat terjebak dalam kapas dan sulit mengeluarkannya tanpa kerusakan.
·         Efisiensi sebuah botol pembunuh tergantung dari seberapa jauh dan bagaimana dipakainya.
·         Botol sebaiknya tidak dibiarkan tanpa sumbat lebih lama dari waktu yang diperlukan untuk meletakkan serangga-serangga atau mengeluarkannya.

PENGAWETAN DAN PERENTANGAN (MOUNTING/ PRESERVATION)
Kering
·                     Untuk invertebrata yang akan diawetkan dengan cara pengawetan kering, terlebih dahulu harus dilakukan kegiatan perentangan invertebrata  dengan menggunakan alat bantu.
·                     Spesimen-spesimen yang akan diawetkan kering dimasukkan ke dalam sebuah ruangan dengan satu atau lebih bola lampu, ini digunakan untuk pengeringan yang cepat.
·                     Banyak artropoda-artropoda bertubuh lunak dapat dikeringkan oleh pengeringan titik kritis, pengeringan beku, atau pengeringan hampa.
·                     Teknik-teknik ini menghasilkan spesimen-spesimen yang tidak begitu rapuh, tidak menunjukkan distorsi, dan sedikit sekali kehilangan warna dan akibatnya tidak menunjukkan indikasi penyerapan kembali air atau pembusukan sehingga dapat disimpan dalam waktu lama.
Basah
·         Invertebrata- invertebrata yang biasa diawetkan dengan cara basah adalah invertebrata- invertebrata sebagai berikut :
  • Invertebrata bertubuh lunak
  • Invertebrata yang sangat kecil
  • Larva dan nimfa serangga
  • Artropoda-artropoda selain daripada serangga
·         Cairan yang biasa digunakan untuk pengawetan invertebrata adalah Etil Alkohol (70-80 %).
·         Spesimen dimasukkan ke dalam botol-botol kecil yang memiliki penutup yang erat, berisi larutan pengawet dimana larutan harus diperiksa paling tidak sekali atau dua kali setahun sehingga cairan yang menguap dapat diganti.
Slide
·         Banyak artropoda kecil (kutu, pinjal, tungau, dan lain-lain) seringkali isolatnya dibuat dalam bentuk slide, bagian-bagian tubuh demikian seperti tungkai-tungkai atau alat-alat kelamin paling bagus dipelajari bila dibuat preparat.
·         Material yang dibuat preparat biasanya dipindahkan ke sebuah gelas objek diberi perlakuan khusus untuk menghasilkan preparat permanen atau preparat sementara.

LABELING
·         Nilai ilmiah dari seekor spesimen serangga sebagian besar tergantung pada informasi mengenai tanggal dan tempat penangkapannya dan juga mengenai keterangan tambahan seperti nama kolektor dan habitat.
·         Data-data yang diperlukan, adalah :
  Lokasi dimana invertebrata ditemukan
  Tanggal penangkapan invertebrata
  Kolektor
  Data ekologi invertebrata
  Informasi yang diperoleh dari identifikasi
·         Dalam pembuatan label, digunakan kertas yang agak tebal dan kalau mungkin bebas asam (acid free paper).
·         Penulisan label menggunakan pen dengan tinta permanen yang tahan alkohol, dengan ukuran 0,1 mm, atau menggunakan printer dengan tinta permanen.
·         Selain itu tulisan dalam label sebaiknya menggunakan bahasa Inggris.
·         Beberapa cara pemberian label berdasarkan cara pengawetannya, yaitu :

A. Kering
·         Pembuatan label harus di atas kertas putih yang kaku, memiliki ukuran yang sama besar.
·         Label memuat keterangan tentang lokasi, tanggal, dan kolektor.
·         Apabila terdapat dua atau lebih label pada pin harus disusun sejajar dan dibaca dari sisi yang sama.
·         Label yang digunakan pada setiap spesimen yang disimpan kering (pinned or mounted specimen):
1.  Label lokasi (paling atas)
Propinsi, Kabupaten, Lokasi spesifik
Tanggal koleksi
Nama kolektor
2.  Label data ekologi
Inang, habitat invertebrata, atau metode koleksi
3.  Label identifikasi
Famili invertebrata
Nama yang mengidentifikasi
Tahun identifikasi
 Label lokasi
 Label data ekologi   
Label identifikasi

B. Basah
·         Label untuk spesimen-spesimen yang diawetkan didalam cairan harus ditulis di atas kertas kasar berkualitas bagus dengan tinta tahan air dan ditempatkan di dalam wadah dengan spesimen-spesimen tersebut.
 
Label untuk spesimen dalam EtOH 

C. Slide
·         Label untuk spesimen yang dibuat preparat mikroskopis di atas kaca objek ditempelkan di permukaan bagian atas gelas objek, pada satu atau kedua sisi-sisi kaca penutup.
Label untuk preparat mikroskop

PENYIMPANAN
·         Spesimen-spesimen dalam suatu koleksi secara sistematik harus disusun dan dilindungi dari hama-hama, cahaya dan kelembaban.
·         Serangga serangga yang dipin harus disimpan dalam kotak-kotak yang anti debu memiliki bagian bawah yang lunak yang memudahkan untuk menyusun pin didalamnya.
·         Untuk invertebrata yang diawetkan didalam cairan, botol-botol yang berisi spesimen harus diisi penuh dengan cairan dan diusahakan agar tidak terdapat gelembung udara didalamnya kemudian ditutup dengan tutup karet yang sesuai dengan ukuran mulut botol.
·         Material invertebrata yang diawetkan dengan metode slide, disimpan pada kotak-kotak yang memiliki dasar yang lunak dan disusun satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga tidak berbenturan didalam kotak.



Daftar Pustaka
http://adesahy.blogspot.com/2011/09/invertebrata.html

0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS