Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara

Memahami Nilai-nilai Ekologi 0

Adhy Ws | Jumat, September 04, 2015 |

       Sebagai seorang praktisi, tidak jarang kita mengalami kebuntuan dalam mencari solusi sebuah proyek. Diskusi dengan berbagai pakar merupakan masukan yang baik dalam pertimbangan untuk mendapatkan solusi terbaik, berikut diskusi dengan Drs. Prihadi Santoso., M.P. yang saya tuliskan sebagai bahan masukan. dan mudah-mudah bermanfaat.     
        Kita sebagai seorang biologis (konservasionist) tidak anti terhadap pembangunan, kita mendukung pembangungan apapun jikalau apa yang di kerjakan memiliki manfaat kepada khalayak dan dampaknya dapat diminimumkan sampai batasan yang jelas. 
        Kita harus dapat menjelaskan nilai-nilai ekologi yang penting dalam penelitian dengan sejujurnya,
                Nilai Penting sp A membantu kita untuk memberikan perhatian lebih terhadap spesies yang harus diperhatikan. Bagi praktisi konservasionist biasanya memperhatikan jenis dengan INP yang kecil agar keberlanjutannya bisa di bantu kelestariannya. jika SP. A, INPnya kecil perhatikan dampak yang akan di timbulkan terhadap spesies tersebut. Apakah punah atau masih dapat dipertahankan dengan berbagai cara (pemuliaan) terlebih jika spesies tersebut memiliki nilai2 yang perlu diperhatikan seperti staus IUCn, Endemisitas, dan masuk dalam CITES dan UU RI. 
                Indeks kesamaan membantu kita untuk mengetahui apakah tipe ekosistem yang ada di dalam kawasan yang terkena dampak memiliki kesamaan yang tinggi dengan ekosistem yang sama di luar kawasan. Dibutuhkan keterwakilan antara kawasan yang terkena dampak dengan yang tidak terkena dampak (sampel harus memadai). Apabila ada ekosistem yang tidak bisa tergantikan bagaimana pengelolaannya??
               Ketika amdalnya bagus, namun pengelolaannya buruk. Ya percuma. Harus ada pengelolaan yang baik (ketika sawah harus di genangi, dan tegakan yang ada terendam ) maka perlu ada pengelolaan yang baik. seperti penanaman pembatas dengan jenis2 flora native (lokal) di pinggir (bisa dibuat sebagai koridor dan sekat aktivitas manusia dan CA).
Ketika ada penggenangan, satwa kemungkingan akan berpindah.
Kalau dana kurang, datanya bisa jadi kurang. (pemberian fasilitas oleh pihak terkait ) wajib di berikan agar sampling data bisa dilakukan secara maksimal sehingga menghasilkan keterwakilan sampel yang maksimal juga.

Pemanfaaatan kawasan konservasi boleh dilakukan, asalkan dengan pengelolaan yang baik.

0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS