Heroes Myspace Comments

Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara
Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biologi. Tampilkan semua postingan

sistem pencernaan 0

adhyws | Kamis, Mei 05, 2011 | ,

Sistem pencernaan terdiri atas organ-organ tubuh yang berperan dalam sistem pencernaan. Meliputi organ-organ yang berhubungan dengan pengambilan makanan,penyediaan bahan kimia,pengeluaran amas makanan yang tidak dicerna.

Kelenjar ludah terdiri dari kelenjar parotid, kelenjar mandibular dan kelenjar sublingual.
kelenjar parotid, tersusun atas sel-sel kelenjar acinar, terletak dibelakang telinga dan memanjang. secara ventrolateral dari leher ke bahu.tiap rongga acinar dihubungkan oleh suatu saluran yang disebut saluran interkalar menuju saluran interlobular.
kelenjar mandibular,berada secara ventral dari kelenjar parotid.
kelenjar sublingual, warna lebih pucat dibanding warna lainnya.
pankreas 40 x

duodenum 40 x

hati 40 x

sistem pencernaan tikus

kolon 40 x

Hati 40 x

Papila filiformis dan fungiformis

jejunum 40 x
ileum 40 x
circum pavilata
Pertumbuhan gigi
lambung
hati

Strategi masyarakat pastoral 0

adhyws | Senin, April 04, 2011 | ,

Dalam masyarakat pastoral strategi untuk bertahan hidup adalah
1. pindah-pindah tempat secara dinamik
2. pemeliharaan aneka ragam ternak agar tidak terjadi kompetisi dalam relung
3. kelompok ternak muda digembalakan dekat pemukiman dan ternak dewasa digembalakan lebih jauh
4. mengembangkan subsistem lain seperti bercocok tanam, berburu, bekerja musiman berdagang, dan mengumpulkan hasil dari alam.
5. kontrol populasi dengan menunda perkawinan, menyusui anak lebih lama

Sistem integumen 0

adhyws | Selasa, Februari 22, 2011 | ,

      Sistem integumen/sistem penutup tubuh(covering) adalah suatu sistem penyusun tubuh suatu makhluk hidup yang berhubungan langsung dengan lingkungan luar. 
Fungsinya antara lain sebagai pelindung, penerima rangsang dari luar/eksteroreseptor, respirasi, ekskresi,termoregulasi dan osmoregulasi/homeostatis.
Fungsi lain :

1. Sebagai tempat cadangan makanan    Lemak pada hewan yang hidup di daerah 4 musim 2. Sebagai alat nutrisi / kelenjar susu, pada mammalia 3. Sebagai alat gerak, sayap pada burung, sirip pada ikan,selaput renang pada katak.
4. Sebagai tempat pembentukan vitamin D,
pada manusia dengan bantuan sinar matahari
     Sistem integumen tediri dari kulit sebenarnya dan derivat-derivatnya. Pada vertebrata  kulit sebenarnya adalah lapisan penutup yang umumnya terdiri dari dua lapisan utama, yaitu epidermis dan dermis, terletak di jaringan ikat longgar. Sedangkan derivat integumen yaitu struktur tertentu yang berasal dari salah satu atau kedua kulit sebenarnya. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak seperti kelenjar minyak ataupun yang keras seperti tanduk.
    Epidermis merupakan lapisan paling luar, terdiri dari epitel berlapis banyak pipih. Sedangkan dermis adalah lapisan di bawah epidermis yang berupa jaringan ikat. Epidermis berperan sebagai lapisan protektif yang menjaga lalu lintas air dan zat-zat terlarut didalamnya. Pada hewan-hewan vertebarata epidermis melakukan peranannya dengan adanya kutikula (embrio ikan dan larva amphibia), lapisan mukus (ikan dan amphibia) dan lapisan tanduk atau keratin ( tetrapoda darat).
     Dalam menjalankan fungsinya, epidermis epidermis membentuk derivat yang berbeda  pada setiap hewan tergantung dari adaptasi kehidupannya masing-masing. Derivat-derivart epidermis merupakan struktur yang berasal dari epidermis, meliputi struktur yang keras dan lunak seperti tanduk dan kelenjar.
      Dermis merupakan lapisan lapisan yang lebih tebal daripada epidermis pada hewan vertebrata. Didalam dermis dapat ditemukan jaringan ikat, struktur-struktur epidermis(kelenjar-kelenjar), dderivat dermis, pembuluh darah, pembuluh limfe, saraf dan badan-badan indera. Derivat-derivat dermis terdiri dari sisik-sisik dermis, jari-jari sirip dermis dan keping-keping tulang / osteoderm.
Kelenjar

- Pada Urodela dan Pisces, epidermisnya banyak   mengandung sel-sel lendir.berfungsi untuk memudahkan   pergerakan di air dan sebagai protektif terhadap   mikroorganisme. - Kelenjar pada tetrapoda selalu multiseluler - Pada bangsa katak banyak diketemukan kelenjar-kelenjar   multiseluler asiner (alveolar) yaitu :   1. kelenjar mukus / lendir, sebagai kelenjar mirokrin   2. kelenjar bisa / granuler, sebagai kelenjar apokrin - Pada Bufo, kelenjar-kelenjar tertentu berkelompok pada   suatu bagian tubuh yang disebut kelenjar parotid. - Pada burung terdapat kelenjar tunggit (kelenjar uropyqii)   yang menghasilkan minyak. - Bangsa kura-kura mempunyai kelenjar leher (neck gland)    pada sebelah ventral. - Pada kadal terdapat kelenjar femoral.

kelenjar keringat
- sekresinya disebut keringat / sudor
- secara histologis tergolong tipe tubuler bergelung dan mirokrin
- berfungsi sebagai alat ekskresi membantu ginjal,
  thermoregulasi
- pada Carnivora sudah sangat tereduksi, pada Cetacea, Sirenia,
  beberapa Insectivora tidak ada.

Kelenjar lemak/ kelenjar sebaceus
- sekresinya disebut sebolina
- secara histologis tergolong tipe alveolar/aciner bergelung dan
   holokrin berfungsi sebagi proteksi

Kelenjar yang tidak umum pada mammalia
1. Kelenjar bau (scant gland), pada cecurut, terdapat pada
    sekitar anus, berperaan dalam kehidupan kelamin
2. kelenjar meiboom, terdapat pada kelopak mata
    kelenjar lakrimal, pada kelopak mata  Pada mamalia terdapat kelenjar susu.

- Secara histologis berbentuk tubuler majemuk dan sekresinya   termasuk kelenjar apokrin. - Muara kelenjar susu biasanya berhubungan dengan pangkal    rambut. - Kelenjar susu pada mammalia umumnya berkelompok pada    daerah tertentu yang disebut kelenjar mammae (breast)    yang memperlihatkan adanya puting susu(teat / nipple). - Kelenjar susu berdasarkan letaknya dapat dibedakan menjadi :    1. axillar : Galeophithecus    2. thoracal : Manusia / Kera    3. abdominal : Ungulata    4. inguinal : Cetacea - Pada manusia terdapat anomali yang menggambarkan keadaan   primitif dengan adanya puting-puting ekstra seperti : - hyperthelia : banyak sekali puting susu - hypermatisme : kebanyakan mammae  

Warna kulit
Disebabkan oleh :
1. warna pigmen
2. warna fisis (pembiasan, pemantulan, penguraian cahaya)
    contoh sel-sel pigmen / kromatofor :
1. melanofor, pigmen melanin, warna coklat-hitam
2. xanthofor, pigmen warna kuning
3. eritrofor, pigmen warna merah
4. guanofor, disebut juga iridosit, karakteristik pada amfibi, ikan,
     reptil.

Pada vertebrata, warna berfungsi sebagai :
- perlindungan
- menarik perhatian (peringatan, daya tarik seksual)
- mengontrol absorpsi panas dan pemeliharaan
- melindungi sistem saraf atau gonad dari cahaya
- mengontrol sintesis vitamin D


Pigmentasi pada kulit
- Pada stratum germinativum dari epidermis terdapat butir-butir melanin.
- Fungsi melanin untuk melindungi tubuh dari bahaya sinar UV.

Derivat dermis 1. sisik kosmoid, tersusun seperti genting 2. sisik paleoniskoid, relatif tebal,  berbentuk rhomboid / belah      ketupat 3. sisik ganoid, tipis, berbentuk rhomboid 4. sisik leptoid, berbentuk bulat atau hampir bulat, terdiri dari      sikloid (ex : Cyprinus) dan stenoid (ex : Perca) 5. sisik plakoid, berukuran sangat kecil, merupakan karakteristik     ikan bertulang rawan (ex : Anguilla)
Jari-jari sirip dermal (demotrichia) - Merupakan penulangan demal dari mesenkim. - Jenis-jenis denotrichia :    1. lepidotrychia, khas untuk ikan-ikan bertulang (Osteichthyes)    2. Ceratotrychia, karakteristik dari ikan bertulang rawan        (Chondrychthyes)    3. Actinitrichia, dianggap homolog dengan Ceratotrychia    4. ampotrichia, karakteristik dari Dipnoi
               


Tujuan :
memahami struktur dan fungsi sistem integumen dalam sistem tubuh dari beberapa hewan vertebrata
mengamati struktur kulit dan derivat-derivatnya dari preparat dengan benar menggunakan mikroskop
Alat dan Bahan :
bulu
karapaks & palastron
kuku
lup atau mikroskop
preparat kulit kepala
preparat kulit ketiak
preparat kulit Rana sp
preparat kulit ketiak
preparat telapak kaki homo atau vacini
rambut
sisik ikan
Tata Kerja dan Hasil pengamatan
1. Pengamatan integumen luar (eksternal)

Jenis ikan katak  cicak burung kuda
Kulit bersisik, tidak berlendir tipis,lunak berbulu tipis berambut & 
berkeratin /licin berkeratin berkeratin berkeratin
Derivat  dermis epidermis epidermis epidermis epidermis
2. Pengamatan struktur Jaringan Kulit
a. kulit terdiri atas epidermis dan dermis. epidermis dari paling luar tersusun atas
1. Stratum korneum
2. Stratum lusidum
3. Stratum granulosum
4. Sel-sel kuboid
5. Stratum germinativum
6. Membran basal
7. Papila Dermis
    dibawah membran basal kita dapat menemukan lapisan dermis  yang didalamnya terdapat jaringan ikat, serat-serat otot dan derivat dermis yaitu kelenjar eksresi.
b. Ketebalan kulit
Ketebalan kulit pada setiap individu memiliki perbedaan tergantung pada fungsi dari aktiviatasnya. Kulit wajah akan berbeda dengan kulit Telapak kaki yang selselnya menanduk.
c. kelenjar mukosa pada stuktur kulit amphibia
ciri : selalu basah dan tipis yang berasal dari kelenjar-kelenjar mukosa yang terletak pada lapisan dermis yang berbentuk seperti kantung-kantung yang mempunyai saluran keluar melalui epidermis.
d. Rambut
Memilki bagian terluar sampai ke dalam
a. Jaringan ikat
b. Sarung rambut luar
c. sarung rambut dalam
d. folikel-folikel rambut
e. derivat epidermis : kelenjar sebasea dan kelenjar keringat
kelejar keringat tersuusun atas sel-sel kubus dan berongga,sedangkan sebasea tersusun atas sel-sel polygonal
f. Sisik pada ikan mas termasuk dalam jenis leptoid. Bentuknya sangat tipis, lentur dan membulat, dibangun oleh satu lapisan tulang degan satu lapisan tipis fibrosa di bawahnya. sisik leptoid terbagi dua yaitu sikloid dan knetoid. Perbedaanya terletak pada kteni (duri-duri halus) di beberapa baris bagian  tepi posteriorya.
g. Penyu
sebenarnya kulit keras pada peyu adalah sisik tanduk, Tubuh penyu terbagi menjadi dua yaitu
a. Karapaks(bagian punggung/ventral penyu) :
1.vertebral
2. costal
3. marginal
4. superkaudal
5. nuchal(presentral)
b. Plastron (bagian perut /dorsal penyu ) :
1. intergular
2. interanal
3. gular,humeral,pektoral,abdominal,femoral dan anal
4. inframarginal
5. aksillar
h. Aves/plumae
1. kalamus
2.
i.  kuku









Cara membuat preparat dan cara Pengamatan 1

adhyws | Rabu, Februari 16, 2011 |


Preparat ada 2 macam yaitu preparat awetan dan preparat basah. Preparat awetan dikerjakan pada waktu melakukan praktikum mikroteknik tumbuhan dan preparat yang dihasilkan dapat disimpan cukup lama.
Preparat basah dilakukan pada waktu praktikum struktur tumbuhan dan preparat yang dihasilkan tidak dapat tersimpan lama. Dilakukan dengan cara pengirisan konvensional, yaitu diiris tipis oleh silet yang baru atau cutter yang tipis dan tajam
Cara Mengiris :
1. Kaca objek yang telah bersih dari lemak ditetesi (1 tetes) reagen ditengah -  tengah kaca objek.
2. Peganglah bahan preparat tegak lurus dengan badan, apabila bahan sangat tipis dapat dibantu dengan menyelipkan bahan pada empulur batang manihot atau gabus
3. Letakkan silet/pisau/cutter pada bahan tersebut dengan membentuk sudut < 30 derajat supaya mendapat irisan yang tipis. Arahkan pisau ke arah badan.
4. Buatlah irisan-irisan 3-4 irisan.
5. Letakkan irisan-irisan tersebut pada kaca yang telah ditetesi reagen.
6. Tutuplah dengan kaca penutup yang telah dibersihkan dengan hati-hati dan pelan-pelan.
7. Hindari terbentuknya gelembung-gelembung air, menghindari dengan dibantu dengan meletakkan kaca penutup di atas kertas saringdan ditutupkan pelan-pelan.
8. Kelebihan air diisap dengan tissue.

Cara Pengamatan

1. Siapkan mikroskop yang telah diketahui kelengkapanya dan keadaan bersih.
2. Letakkan mikroskop pada meja tanpa alas buku.
3. Aturlah pencahayaannya dengan menggunakan lensa objektif perbesaran 10x.
4. Letakkan preparat dibawah lensa objektif pembesaran 10 x dengan posisi yang benar.
5. Carilah bayangan benda pada preparat, dengan memutar makrometer sampai lensa objektif mendekati preparat kurang lebih 2mm siatasnya(lihatlah dari pinggir), kemudian putar kembali makrometer keatas secara pelan-pelan, sampai terlihat bayangan.
6. Apabila telah terlihat bayangan benda tersebut, tunjukanlah pada bagian yang akan diamati, Perjelas dengan cara memutar mikrometer secara perlahan-lahan dan putar lensa objektif ke perbesaran 40x. dan perjelas lai dengan cara memutar mikrometer perlahan-lahan.
7. Menentukkan benda yang diamati dengan ukuran yang sesungguhnya dapat dilakukan dengan menggunakan mikrometer dengan perhitungan :
Y=d/a
Y = panjang sel dalam mikron.
a = jumlah sel disepanjang luas pandang.
d = diameter luas pandang dalam mikron.


Morfologi Tumbuhan(Fitografi) 11

adhyws | Kamis, Februari 10, 2011 | ,

Morfologi adalah ilmu yang struktur luar.
Fitografi berasal dari kata fito dan grafi( fito artinya tumbuhan dan grafi artinya penggambaran) Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa fitografi adalah ilmu yang mempelajari tentang deskripsi tumbuhan / pencandraan tumbuhan / pertelaan tumbuhan(pertelaan ketika jenis yang pertama kali dipublikasikan harus pakai bahasa latin.

Aplikasi Pengetahuan Morfologi Tumbuhan
~ Pengenalan tumbuhan melalui taksonomi
~ Pengelolaan wilayah pesisir
~ Arsitektur lanskap
~ Pertamanan
~ Reklamasi
~ Studi Amdal
~ Penghijauan

Yang dipelajari Dalam Morfologi Tumbuhan
1. Penampakan
2. Bentuk-bentuk hidup
3. Organ-organ tumbuhan :
     a. Akar
     b. Batang
     c. Daun
     d. Bunga
     e. Buah
     f. Bagian-bagian lain

Penjelasan :

1. Penampakan tumbuhan
1. Pohon
Ciri : berkayu,batang utama jelas,memiliki percabangan contoh pada bambu
2. Perdu/semak(shrubs)
Ciri : Berkayu, bagian tengah,terdapat jaringan gabus contoh capsicum frutescens(cabai rawit) dan manihot utilisima(singkong).
3. Terna (herbs)
Ciri : tidak berkayu dan batang mengandung air contoh musa paradisiaca.
4. Liana (climber)
Ciri : Tumbuhan memanjat, melekatkan akarnya pada substratnya

2. Bentuk-bentuk hidup
1. Planta monocarpa (berbunga 1 x dan setelah buah masak akan mati)
a. Planta annua : semusim/setahun (Zea mays)
b. Planta biennis : 2 tahun (capsicum annum/lombok gede)/ Beta vulgaris
c. Planta multiennis (lebih lama lagi untuk berbuah
Contoh : Bambossa sp. dan nenas sebrang serta agave
2. Planta pollycarpa/perennis (berbunga dan berbuah berkali-kali) evergreen.
a. herba perennis : Zingiber sp.
b. Planta lignosa : Mangifera indica, citrus sp, dan  guajava.
Kelompok tanaman berdasarkan lingkungan
1. Hydrophyta : teratai, eceng gondok (eichornia crassipes)
2. Mesophyta/ Higropyta : pacar air, teklan.
3. Xerophyta : cactacea (Opuntia Vulgaris), sukulen
4. Halophyla : sea grass,mangrove
Berdasarkan kuncup organ
1. Epiphyta (diatas permukaan tanah, akar tidak berada di tanah). Contoh : Dryharia quercifo, anggrek, kadaka
2. Biophyta(Solanum tuberosum)
3. Mesophyta/Hygrophya contoh pacar air Impatiens balsamina)
4. Phanerophyta(di atas tanah) Contoh Mangifera Indica, beringin soka dll
5. Chamaephyta (kuncup muncul dari permukaan tanah, Contoh : kacang, tulip
6. Hemi-Crypthophya contoh pegagan (Centella asiatica dan strawbery Fragaria sp.
7.Cryptophyta/Geophyta(umbi-umbian/Rhizom) Contoh : Zingiber sp.solanum tuberosum.
8. Terophyta (annual/semusim)(sayuran padi, dan jagung)

Organ Utama Tumbuhan terbagi menjadi dua yaitu  
1. Vegetatif (akar/root/radix, batang/stem/caulix & daun/leaf/folium)
2. Generatif (buah/fruit/fructus, bunga/fower/flos dan biji/seed/semen)

A. Akar
merupakan bagian tumbuhan yang tumbuh ke bawah secara geotrop dan berfungsi menambatkan tumbuhan pada tanah dan menyerap air serta mineral.
Akar adalah alat tumbuh pada tumbuh-tumbuhan yang tidak berbuku-buku dan tidak beruas-ruas, umunya  tidak berklorofil (clorophyl) sebagian besar atau seluruhnya berada pada substrat (tumbuh-tumbuhan, tanah/air) 
Asal Mula akar
              Akar berasal dari lembaga akar radikula dalam embrio. Tapi ada pula yang berasal dari jaringan  sekunder batang, terutama pada tumbuh-tumbuhan yang hidup dipermukaan tanah. Contoh pada tanaman beringin, benalu, dan cocor bebek dan bunga violces akar dapat tumbuh pada sinus daun.
  Pada dikotil akar yang berasal dari radikula  dinamakan akar tunggang(radiks primaria)
Monokotiledon, radikula diselaputi dengan selubung akar/seiring akar yang dinamakan coleorhiza.
Fungsi utama akar 
1. mengokohkan
2. menyerap air
3. mengikat air dan garam tanah
4. membantu pernafasan
5. meletakan dirinya pada inang
6. membantu proses asimilasi
Fungsi tambahan akar
1. sebagai sumber vitamin dan mineral
2. Bahan obat
3. Cadangan makanan
4. Bahan Pewangi
Secara fisiologis :
fungsi absorbsi
fungsi tempat penyimpanan cadangan makanan
Secara mekanik :
Menguatkan/mengokohkan kedudukan tumbuhan
Susunan struktur akar
1. Pangkal akar/leher akar (Collum)
2. Batang akar (Corpus radichis)
3. ujung akar (apex Radichis)
4. Akar cabang (Radix lateralis)
5. Akar Serabut (Fibrilla radicalis)
6. Bulu-bulu akar (Pillus Radicalis)
7. Tudung akar (Calyptra)
8. Pembalut akar (Collea rhyza)
Metamorfosa akar
Akar dapat berubah bentuk maupun fungsinya disebabkan oleh faktor genetis ataupun faktor lingkungan. Contoh : singkong
Tipe akar 
1. Adventitious root (akar Liar) 
2. Primary root
3. Secondary root
Macam perakaran
1. Akar tunggang
2. Akar serabut
3. Akar tunjang
4. Akar udara
5. Akar nafas
6. Akar Lutut
7. Akar liar biji
8. Akar lekat
9. akar tinggal
10.haustorium
B. Daun (Folium)                                                                        
 umumnya pipih, melebar dan hijau contoh aloevera
sebaai tempat terjadinya fotosintesis
Fungsi daun
Fisiologi / biologi : fotosintesis, respirasi, gutasi, transpirasi.
Ekonomis : makanan, obat, bahan serat, pewarna.
Ekologi : penyerapan pemanasan global
Bagian utama daun
1. helaian, upih daun(blade lamina)
2. Tangkai daun (petiole,petiolus)
3. Pelepah daun (sheat,vagina)
    Daun lengkap umumnya monokotil berpelepah contohnya Colocasia esculenta dan Musa Paradisiaca. Sementara daun tak lengkap memili 2 dari 3 bagian utama.contoh Rhoeo discolor.




~ amplexicaulis : daun memeluk batang adalah sonchus arvensis.
~ sessilis : daun duduk contoh biduri, Calotropis gigantea
~ Subsessil : daun agak duduk
~ Equitens : daun saling memeluk
Bagian tambahan dari daun
a. stipula,stipule(daun penumpu) tidak terdapat di semua daun
Contoh : daun mawar dan kembang sepatu
b. Tarak/selaput bumbung (ochrea)stipula yang menyelubungi batang
Contoh : rumput asam, Polygonum paniculatum
 c. Lidah daun(ligule, ligula)
Contoh : graminae,bambossa sp, zingiber sp.
Modifikasi Daun
a. Phyllolade, Cladophyll
Bagian batang yang bentuk dan fungsi seperti daun
contoh : Opuntia sp, beberapa anggota Euphorbiaceae
b.Phyllodium, Phyllode
Tangkai daun yang melebar menyerupai helaian daun
Contoh : daun kayu putih, petiolus melebar(terdapat kelenjar nektar) Acacia auriculiformis
c. Umbi lapis
Bulbus,bulb asalnya adalah daun yang menyerupai umbi lapis.
d. Sulur(chirrose,cirrose)
e. Spine(duri)
Contoh Solanum mammosum
f. Kantung Nephentes sp 
memakan serangga karena memerlukan senyawa nitrat

Bagian- bagian Daun :
Helaian Daun (blade/lamina)
bentuk daun (shape/cicum sciptio)
Pangkal daun (base/basis) 
Ujung Daun (top/apex)
Tepi Daun (Margin)
Permukaan (integumen)
Daging daun (texture)
Pertulangan Daun (Vena,nervatio)

A. Bentuk Daun 
a. Bagian terlebar dekat apex helaian daun
melanset sungsang(oblanceolate)
menyudip (sphatulate) contoh : lobak, Raphanus sativus L
membaji (cuncate) contoh Oxalis corniculata
menjantung (abcordate)
membundar telur sungsang(obovate)
Contoh : sawo kecik, Manilkara kauki 
b. Bagian terlebar ditengah helaian 
memita (linear)
melonjong(oblong) 1: 2 1/2
menjorong(Elliptical) 2:1
oval (ovalis)1 : 1,5
membundar (orbicularis)
membelah ketupat ( Rhomboideal) 

contoh :Orthosiphon stamineus, sidagori
c. Bagian terlebar dekat pangkal
mendobus(subulate) contoh asparagus (ccemara0
melanset (lanealate) 1:3-5, alamanda , oleander
melancor (falcate) bulan sabit
memata panah(sagitage) eg. ipomea aquatica
menjantung(cordate) contoh binahongr(ovate)
membundar telur (ovate)e.g. sinyo nakal, duranta repens
mendelta (delfoide) 
mengginjal (reniform) e.g pegagan, centella asiatica
B. Tepi daun  
1. Biserratus (double-serratus) yang tiap angulusnya terdiri dari sinus dan angulus
2. Lobatus (berlekuk), sinus tidak sampai pada tengah nervis lateralis
3. aculeate
4. lacerate
5. ciliate
6. laciniate
7 tripartitus nggiran lain

C. Bentuk pinggiran  daun
1. Berkelijak (CIliate)
2. Mengeriting(Crispate)
3. Beronakan(Aculeafe)
4. Terkoyak (Lacerate)
5. Berjelabir (Lacinaate)

D. Pertulangan daun
Bagian-bagian
1. Ibu tulang daun/ tulang daun tengah (costae/midrib)
2. Tulang Daun lateral / tingkat 1. (nervis lateralis)
3. Urat daun (Vena) /cabang tingkat 2

E. Sistem Pertulangan Daun
a. Nervis divergintibus
1. Palminelved (menjari)
2. Penninerved (menyirip)
b. Nervis confluentibus
1. Rictinerved(sejajar) contoh : padi
2. Curninerved (melengkung) contoh harendong, Clidemia hirta, daun sungsang Gloriosa superba
F. Peruratan Daun
a. Reticulate (melengkung tidak beraturan seperti jala)
b. Scalariform (seperti tangga) contoh Clidemia hirta
G. Phyllotaxy (tata letak daun)
1. Pada satu buku melekat 1 helaian daun
a. Monostik(folia disticha, sejajar
b. Distik 2 baris
c. Tristik (Folia tristicha) 3 baris 
contoh : teki Cyperus rotundus L. Pandan, Pandanus tectorius
d. Spiral (Folia sparsa) contoh pacing, Costus speciosus
2. Pada satu buku melekat 2 helaian daun
a. berhadapan 
b. Berhadapan bersilang
3. Berkarang
a. Ferticilliata (pada satu buku melekat 3 helaian daun atau lebih
contoh : alamanda, nerium oleander
b. Beroset (Resula)
contoh kelapa, hanjuang
H. Permukaan Daun
1. Licin(laevis) mengkilat(nitidus);
2. Gundul (Glaber, glabrous) 
contoh daun jambu air, eugenia aquera
3. Kasar (scaber,Scarbrour)
contoh daun jati, tectona grandis
4. Berkerut(Rugosus) contoh daun jambu biji,Psidium guajava
5. Berbenjol-benjol(Bullatus)
contoh daun air mata pengantin, Antigonon leptopus
6. Dengan Rambut (Pillus)
I. Rambut (Hairy)
1. Pilose (meroma)
2. Villose (memasai)
3. Velutinus (beludru)
4. Hirsute (memisai)
5. Stelato-pilose (Bermbut bintang)
6. Setosus (berambut duri)
7. Plumosus(bermbut bulu)
8. Pubescens(berbulu pubis)
9. Sericeus (menyutera)
10. Lanatus (mengwol)
11. lanuginose (mengkapas)
J. Daging daun (Internvenium)
membranoceous (menyelaput)
Herbaceous (tipis/lunak)
Popyraceous (mengertas)
Cariaceous(mengulit/beringgit)
Curnosus ( berdaging) lidah buaya
Pergamentaceus (seperti perkamen)

C. Batang
Batang merupakan organ pendukung dan penghantar pada tumbuhan, biasanya merupakan lanjutan dari epikotil dan tumbuh ke atas.
Ciri  batang:
umumnya terletak diatas tanah atau bag. permukaan
mempunyai nodus dan internodus
ada yang berklorofil
Fungsi batang
Sebagai organ pengangkut(air dan bahan fotosintesis serta hasil fotosintesis), organ penunjang,memperluas bidang asimilasi,tempat penimbunan zat makanan.
Fungsi fisiologis
Alat transportasi: xylem floem
alat respirasi dan transpirasi
Fungsi mekanis
Tempat melekatnya organ daun dan bunga.

Bagian utama batang
Pepagan(bark) jaringan terluar yang melapisi kayu
Empulur(Pith)Jaringan terdalam biasanya lunak
Kayu (Wood) substansi keras batang pohon,

Bagian luar dari batang dapat berupa
bud
node
lampang daun
Lenticel
internode
prickle
stipular scar
vascular bundle

Bentuk batang
terete (kompak, padat)
Culm (berongga)
Calamus (buluh kumpai)
Menyegi enam (hexagonolobus)
contoh : Chromolaena odorata (kirinyuh) & Vigna sinensis (kacang panjang)
menyegi 3 dan 4

Berdasarkan pada
Letaknya pada tanah
diatas tanah : Arbor (pohon)
dalam tanah : rhizime(rimpang) dan tuber (umbi)
                     bulbus (umbi lapis )
Derajat lignin yang terkandung pada batang
1. Herbaceus : batang lunak/basah
berongga :
padi
Masif berisi : bayang, jagung
2. Lignosus,trunsus : batang berkayu
perdu (frutex) : percabangan < 1 m
Pohon (arbor ) percabangan  > 1 m


D. Bunga 
Bunga merupakan satuan perkembangbiakan  pada angiospermae terdiri atas putik, benang sari dan seperangkat hiasan diatas suatu dasar.
Peranan bunga : sangat banyak salah satunya sebagai pengungkap rasa

Bagian-bagian bunga :
Vegetatif :
- Tangkai/gagang bunga (peduncle) gantilan (pedicle) pada bunga majemuk
- Dasar bunga (receptacle)
- Perhiasan bunga (perianthium), meliputi mahkota (corolla/petal) dan kelopak (calyx / sepal)
kelopak /
Generatif
- Androecium(organ jantan) adalah benang sari terdiri atas
tangkai sari (filamen)
kepala sari ( stylus )
tepung sari (polen)
- Gynoecium (organ betina) adalah putik (pystillum) terdiri atas
kepala putik (stigma)
tangkai putik (stylus)
bakal buah (ovarium)
daun buah (carpellum)
bakal biji (ovule)

Rumus bunga
Ca = calyx(sepal)
Co = Corola(petal)
S = Stamen
P = Pystillum

Berdasarkan kedudukan ovarium maka bunga dibagi menjadi tiga tipe
Ovary superior
Ovary semi inferior
Ovary inferior
Berdasarkan alat kelamin
Hermaproditus
unisexual
Berdasarkan rumah
Monoecus
Dioecus

Berdasarkan simetrisasi
zygomorphus
actinomorphus
asimetri

bunga
Bunga merupakan evoulusi dari cabang dan daun  
bunga adalah alat perkembang-biakan secara generatif dari tumbuhan karena bunga memiliki fistillum dan stamen.Bungan sebenarnya adalah suatu cabang dari daun yang daun-daunya telah berubah fungsinya. Alasan-alasannya adalah :
1. letak cabang pada ujung daun dan atau ketiak daun. Demikian pula letak bunganya
2. Pada batang masih meendapatkan ruas-ruas.tetapi pada bunga ruas-ruas itu telah memendek, sehingga  tidak tampak jelas. Dengan demikian bagian-bagian bunga keluar dari tempat yang sama tinggi.
3. Bagian -bagian bunga anyak yang masih mengandung sirip daun misalnya:
a. Calyx(kelopak bunga) pada mawar (Rosa sp), warnanya masih hijau dan letaknya dalam susunan spiral.
b. corolla (mahkota bunga) bentuknya seperti daun hanya warnanya saja yang berubah
c. andraecium
d. Gynaeciume
e. Receptaculum(dasar bunga)
Fungsi bunga
1. alat perkembang-biakan
2. alat pemikat untuk kelestariannya
a.  bentuknya yang indah,beragam :
bunga bibir (labelum) : Labiatae
bunga tabung(tubus) :Tubiflorae
bunga kupu (papilion) : papilionaceae
bunga mangkok (campanula) : campalunaceae
bunga payung : umbellaceae
bunga pita (ligalatus) : asteraceae
3. Baunya yang harum. eg. kenanga
4. Menghasilkan madu. e.g kastuba 

E. Buah
Buah
Definisi Buah : putik yang berkembang menjadi dewasa dan merupakan organ tumbuhan yang mengandung biji.Buah adalah bakal buah yang tumbuh menjadi buah sesudah mengalami perubahan dari bakal biji menjadi biji.
Tipe buah dapat berupa :
Buah kering tidak memecah
buah kering memecah
buah kapsul
buah shizocarpic
buah buni
buah tunggal
buah ganda
buah majemuk
buah semu
Fungsi buah :
1.       Utama : Alat perkembangan biak
2.       Ekonomi :
a.       Sumber  vitamin A,C dan mineral
b.      Obat
c.       Pewangi
d.      Sumber minyak
e.      Sumber karbohidrat
f.        Seumber protein
Struktur buah
                Untuk memahami struktur buah perlu diketahui 6 hal
1.       apakah buah itu dibentuk dari jaringan bakal buah (buah sejati ) atau jaringan tambahan yang turut membentuk (buah semu)
2.       Apakah buah itu berdaging atau buah kering
3.       Setelah masak apakah buah pecah melepas bijinya(dehiscent)  atau tetap tertutup  (indeschent)
4.       Dalam satu butir buah apakah  peg
 





C. Batang dan Modifikasinya
        Batang merupakan organ pendukung dan penghantar pada tumbuhan , biasanya merupakan pertumbuhan lanjutan epikotil dan tumbuh ke atas. Fungsi batang : sebagai organ pengangkut, organ penunjang, memperluas asimilasi dan tempat penimbunan zat  makanan.
Bagian - bagian luar dari batang
1. Kuncup (bud) adalah puncuk
Daun(sirkum Skripsi)
        Daun(leaf folium) merupakan organ pad tumbuhan yang umumnya pipih, melebar dan berwarna hijau serta berfungsi untuk fotosintesis dan transpirasi.
        Bagian utama dari daun terdiri dari pelepah daun(sheath vagma), tangkai daun(petiole, pertiolus) dan helaian daun (blade lamma). Bagian Perhiasan dan kelamin bunga

A. Malvaceae


        Ciri umum non climbing, daun spiral,mempunyai daun penumpu(stipula), perhiasan bunga berjumlah 5 dan kelipatannya, aktinomorf,hermaprodit,sepal connate,petal bebas,stamen banyak, filamen berfusi dalam sebuah tabung(monodelphus), ovary superior.biasanya berupa semak;palminerved;mempunyai kelopak tambahan(epicalyx) ; buah capsule.
Habitus: tumbuhan terna atau perdu,sering mempunyai rambut bintang(sterharen)
Daun   : tunggal biasanya berurat daun menjari, mempunyai daun penumpu stipula), pada beberapa jenis misalnya pada hibiscus tiliaceus mempunyai kelenjar nektar "extraflore nectarium" pada daun bagian  bawah.
Bunga  : umumnya tunggal yang keluar dari ketiak daun (axillaris), aktinomorf, biseksual ;; Calyx 5 sepalum bersatu membentuk cawan, ujungnya bergigi 5, sering terdapat kelopak tambahan. Mahkota tidak berlekatan atau choripetal
B. Canaceae
canna indica
bunga : memiliki brachtea dan brachteola, calyx, ovarium. staminal petaloid adalah stamen yang melekat pada petal. staminodia adalah stamen yang tidak memilki anter
     
Leguminosae : ciri umum
C. Apocynaceae

allamanda chatartica
Ciri umum : berkayu, bergetah, daun tunggal, entire, penninerved. corolla berjumlah 4 atau 5, sympetalous,lobusnya terpuntur(contortae) ketika kuncup,stamen 5, epipetalous,ovary superior,2 locular.
Habitus : tumbuhan perdu atau pohon. Mempunyai getah yang putih / bening biasanya beracun. seperti pada nerium, thevetia, Allamanda, Plumeria)
Daun : tunggal, letak daun biasanya decusata, oposita atau verticilata; stipula tidak ada,  tetapi kadang - kadang ada seperti Allamanda chatartica dan terletak didalam ketiak daun berupa kelenjar)
Bunga : Tunggal atau merupakan perbungaan dalam tandan(racemus), dichasium atau monochasium. corymbus ramosus(malai rata), tidak bisa dipisahkan(bersatu antara tepal dan sepal.kontortus (terpuntir saat kuncup), kelopak terdiri dari tubus faux dan limbus. tipe stamen epipetal (stamen yang melihat pada mahkota). ovarium superum 

 



Leguminosae
A. Mimosaceae

 


B. Caesalpiniaceae
Ciri umummya pinnatus




C. Papilionaceae




A. Asteraceae
B.Euphorbiaceae
C.Rubiaceae






A. Nytaginaceae

Bunga kertas bougenvillea spectabillis dan bunga pukul empat Mirabilis jalapa
B. Bignoniaceae
spathodea campanulata
stamen didinamous yang berarti 2 panjang dua pendek. bunga sympetal artinya petal dan sepal tidak dapat dibedakan memiliki bibir atas dan bibir bawah.
C. Achantaceae

\


A. Turneraceae




 
B. Verbenaceae



 

C.  Lamiaceae
Kumis kucing
A. Pinaceae
B. Orchideae
dendrobium
anggrek merupakan tepalum = tidak bisa dibedakan antara mahkota dan kelopaknya atau disebut juga perygonium. terdiri dari dorsal sepal, petal, lateral sepal, labelum serta anter dan stigma.

Amarilidaceae

Bakung
Crynum asiaticum L.
Nama umum
Indonesia:Bakung, bakong, semur (Bangka), dausa (Ambon)
Inggris:crinum lily, spider lily
Melayu:Bakong, rumput tembaga suasa
Cina:wen chu lan
Crynum asiaticum

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                     Sub Kelas: Liliidae
                         Ordo: Liliales
                             Famili: Amaryllidaceae (suku bakung-bakungan)
                                 Genus: Crynum
                                     Spesies: Crynum asiaticum L.


 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS