Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara

Gunung gede pangrango 0

Adhy Ws | Jumat, Juni 24, 2011 | , ,

           Gunung gede pangrango adalah gunung yang termasuk kepada zona subalpin karena ketinggiannya yang mencapai 3019 m. Hutannya rendah, rapat dengan pohon-pohon tinggi menyendiri, sering berlumut atau terdapat kornifera. Taman Nasional Gunung  Gede Pangrango dengan luas 33.850,03 ha, memiliki biodiversitas tumbuhan yang tinggi, sekitar 100 jenis mamalia dan 250 jenis burung serta masih banyak yang lain.
         Sebagai kawasan wisata dan rekreasi, saat akhir minggu dan hari libur, kawasan wisata Cibodas dan kebun Raya Cibodas akan diramaikan oleh pengunjung yang membeli suvenir dan oleh-oleh berupa sayuran dan buah-buah  segar dengan harga terjangkau dari pasar wisata di Cibodas
         Senin, 20 Juni 2011 kami memulai perjalanan dengan menggunakan bis dari terminal cileunyi, kab. Bandung. Sekitar pukul 16.00 WIB kami berangkat setelah menunaikan solat ashar. Dengan berbagai aktivitas yang kami tunda, kami berangkat menuju Bogor. Sekitar jam 8 malam kami sampai di bawah kaki gunung mampir sejenak ke alfamart dan meneruskan perjalanan dengan menggunakan angkot dengan biaya RP. 2500,00 sementara untuk bis  Rp. 15.000,00. Setelah datang kita lalu briving sebentar dan makan nasi goreng mang Idi. Tujuan kami mendaki adalah sampai puncak dengan selamat, dan kembali dengan selamat..... Esoknya kami menyantap nasi goreng lagi sepuluh ribu saja... lalu berangkat sekitar pukul 08.00 untuk menukarkan pendaftaran online kami dengan simaksi. Ketika pendaftaran simaksi kami sempat berfoto-foto serta membeli beberapa souvenir khas.
Saya pun sempat berjalan-jalan melihat sekitar, disana saya melihat burung-burung gereja bermain, burung kutilang dan beberapa burung sikatan belang. Dan di pos pemeriksaan kang. Gema mulai melakukan pengamatan burung sepanjang perjalanan.
       Setelah melakukan pemeriksaan kami mulai menapakan kaki menuju telaga biru, disana kami melihat engang-engang / serangga permukaan air. dan melihat ada beberapa ikan mas dan koi yang kemungkinan besar dilepas dengan sengaja, hal ini menjadi pertanyaan bagi saya disuatu sisi ada sisi keindahan yang terlihat dan disuatu sisi akan terjadi suatu ketidak seimbangan di telaga biru... Padahal kalau ingin dijadikan indikator pencemaran air, di kantor pendaftaran telah ada kolam yang besar sebagai tempatnya...

       Sekitar pukul 10.50 kami mampir sejenak untuk melihat curug yang indah, disana saya melihat seekor alap-alap yang terbang melintas diatas kami, ketika kami kembali kami menemukan jantung pisang di pinggir jalan ehm(tersangka utama Dita hardiansyah), lumayan lah kita jadikan teman sayur lainnya.... jam 11.20 kami melanjutkan perjalanan di perjalanan kami mencicipi batang tanaman begonia yang sedikit masam. Kami beristirahat sejenak, mengeluarkan asap dari badan kami. Kami melihat sekelompok Lutung, Presbytes aureus. dangan jumlah kurang lebih 11 ekor dengan 1 ekor albino. kang Epi sempat dikencingi oleh seekor lutung, mungkin sebagai salam perjumpaan atau untuk mengusirnya ahahha.... Tiba-tiba ada elang yang melintas di atas lutung-lutung mungkin mencari anak-anak lutung. panjang bentangan sayapnya sekitar satu setengah meter, sungguh mengagumkan karena pertama kalinya saya melihat langsung elang sedang terbang.
         Kami tiba di kandang badak sekitar pukul 16.00 WIB, dan disana menjadi tempat kami bermalam, setibanya kami lalu mendirikan tenda, solat lalu memasak.Setelah kami menunaikan solat isya  kami melakukan briving karena tidak mungkin menjelajah ke dua puncak dengan batas waktu yang di berikan ketika pendaftaran. Akhirnya diputuskan ada 1 tim yang menuju puncak gede, 1 tim menuju puncak pangrango dan sisanya menjaga tenda atau tetap stay di kandang badak.Sebelum tidur kami menikmati hangatnya bir pletok alias wedang uanget... racikan kang Epi.... gak sia-sia belajar di master cheff ahahaha
        Esok paginya setelah menyantap sarapan asyik, kami berangkat pukul 09.00 WIB, dengan tanpa carier. Dengan banyak sekali berhenti kami menyusuri jalan yang cukup sulit, kami tiba di puncak pukul 12.00 dan sampai di mandalawangi pukul 12.20. kami solat disana. kami sempat mendengar suara babi dibalik rimbunnya pohon.  Vegetasi di mandalawangi adalah edelweis dengan kerapatan yang tidak terlalu rapat. tingginya tidak lebih dari 2 meter. dengan diameter batang sekitar 25 cm.sekitar pukul 13.00 kami melakukan penurunan, saya merasa tertantang dengan batang-batang yang menjulur dikanan kiri saya, berlari-lari dari belakang hingga kedepan berayun dengan batang yang kuat. sampai saatnya saya menyadari kalau saya telah di jalur yang berbeda, karena tidak mau kembali ke atas karena sudah jauh dan lelah saya teruskan perjalanan ke depan hingga ku jumpai aliran sungai yang di halangi oleh semak yang tinggi. Saya tahu kalau setelah semak ini adalah jalur tempat kita ngecamp. setelah dipikir dengan hati tenang saya putuskan untuk menerobos rapatnya semak itu, untungnya saya memakai pakaian yang tertutup, sarung tangan dan sepatu tertutup. Saya menerobos rapatnya semak, ehm dan menemukan pohon yang cukup tinggi saya memanjat dan berteriak hingga badrun mendengar berarti saya dekat dengan mereka.
Saya melihat kedepan dan melihat ada kandang badak disana, saya merasa lega dan turun lalu meneruskan penerobosan saya. hingga akhirnya sampai di belakang kandang badak. akhirnya saya bisa sampai, namun setelah melakukan sampai saya langsung diajak untuk mencari randy, karena belum sampai. Dipikir-pikir bolang paling awal dalam perjalanan penurunan, ya terpaksa aku dan Tama mencari menyusuri jejak-jejak kaki yang pernah kami lewati, dan akhirnya kami melihat randy bersama rombongan lain yang sedang melakukan perjalanan penurunan. Terlepas tersesat atau tidak yang pasti kami merasa lega karena semua telah lengkap.
      Lalu kami makan setelah packing, dengan perjalanan malam kami menuruni gunung ini dari kandang badak. Kami melakukan perjalanan dengan menggunakan senter dan headlamp, Dan ini adalah fungsi penerangan dari senter, kami melihat mamalia malam diatas pohon,  kami tiba di bawah sekitar jam 9 petang dan di warung mang Idi sekitar 09.30 malam. lalu kami meninggalkan warung mang Idi pukul 22.11 WIB dan sampai di bawah untuk menunggu bis.
       Setelah sampai tak sempat saya pun tertidur sejenak, bis pertama pun datang setelah nego ternyata harga tidak cocok dan akhirnya menunggu lama hingga bis kedua datang sekitar pukul 00.00 WIB. ehm cukup lama untuk mendapatkan harga RP. 15.000,00 ahahaha. ya itulah cerita kecil perjalanan kami di Gunung Gede Pangrango, adapun beberapa tanaman yang saya jumpai yaitu
Schima Walichii, Balonophora elongata, Impatients radiants, Begonia isoptera, Begonia robusta / hariang, Lobelia angulata, Viburnum coriaceum, Casuarina Junghuniana, Lonicera acuminata, Sambucus javanica, Adenostema/hirsutum, Anaphalis javanica, Carex myourus, Diplycosia pilosa, Rhododendron sp, Vaccinum lucidum, Geranium homeanum, hypericum leschenaultii, Gunnera macrophyla, Desmodium repandum, Lindera bibracteata, Disporum cantoniense, Ficus punctata, Anggrek eria erecta, Dendrobium hasseltii, Potentilla indira, Rubus lineatus, Allacophania rugosa,Nentera granadense, Elastotema lancifolium, Bartlena sordida,sanicula europae,pilea melastomoides,, gynura aurantiaca,Rubus lineatus, Arisaema filiforme, Medinilla
Sumber : Flora mountain of java
Burung Poksai yang mencuri makan




0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS