Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara

tanaman obat 0

Adhy Ws | Selasa, April 03, 2012 |


NAMA DAN KHASIAT TANAMAN
         SOSOR BEBEK
       Kalanchoe pinnat

SIFAT KIMIAWI : Tumbuhan ini kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, a. l:  ZatAsam lemon, asam apel, Vitamin C, quercetin-3-diarabinoside, kaemferol-3-glucoside.

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat : agak asam, baulemah, dingin. Antiradang, menghentikan pendarahan, mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses penyembuhan.

BAGIAN  TANAMAN YANG  DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan  seluruh tanaman dan pemakaian segar.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Nyeri lambung (gastritis), diare. Airperasan 5 lembar daun sosor bebek ditambah sedikit garam, minum.   
2. Muntah darah. Daun sosor bebek 7 lembar dilumatkan, campur arak dan gula merah (gula enau), di tim, minum hangat-hangat.
3. Sendi-sendi sakit ( rheumatik). Seluruh tanaman sosor bebek seberat 30 gr direbus, minum airnya, atau Daun sosor bebek4 lembar, adas 1 sendok the, pulosari 1   jari,  gula enau 2 jari, air 3 gelas, rebus sampai ¾ nya, sesudah dingin disaring, minum 3 kali sehari @ ¾ gelas.
4. Wasir. Daun sosor bebek dicuci bersih, diangin-anginkan sampai kering, dibuat menjadi bubuk. Pemakaian satu sendok makan bubuk diseduh air panas ¾ cangkir, ditambah madu 1 sendok makan, minum hangat-hangat sehari 3 kali.
5. Disentri, diare, menurunkan demam. Daun dilumatkan sebagai tapal diperut, dipakai sehari 2 kali.
6. Bisul, koreng, mastitis, memar. Daun sosor bebek 30 – 60 gr dilumatkan, ambil airnya (peras) ditambah madu, sisa perasan daun ditempelkan di bagian yangsakit sebagai tapal.
7. Radang amandel. Daun 5 – 10 lembar dilumatkan, ambil airnya untuk kumur-kumur.
8. Radang telinga luar (otitis externa). Daun 5 – 10 lembar dilumatkan, ambil airnya untuk tetes telinga.
 ======================================================================= Som  Jawa

SOM JAWA (Talinum Paniculatum)
 Dapat Untuk Menyembuhkan:
1.Kekurangan Air Susu ( ASI )
2.Haid Tidak Teratur
3.Keputihan
Talinum paniculatum (Jacq)Gaertn.

Tumbuhan ini terdapat di seluruh Indonesia dan biasa di tanam sebagai tanaman hias atau tanaman obat. Biasa tumbuh pada ketinggian 5-1.250 m dpl. Tanaman ini akarnya berdaging tebal dan biasa digunakan sebagai pengganti ginseng. Tumbuhan ini berbatang tegak dan tingginya 30-60 cm, batang bercabang di bagian bawah dan pangkal mengeras. Daun bertangkai, letak berhadapan, bentuk bundar telur sungsang, tepi rata, ujung dan pangkal runcing, panjang 3-10 cm, lebar 1,5-5 cm. Bunga berupa bunga majemuk dalam malai di ujung tangkai, bentuk anak panah yang menggarpu, mekar sore hari, warnanya merah ungu. Buahnya bulat, berwarna merah coklat dengan diameter 3 mm, biji kecil, hitam, buat gepeng.

KLASIFIKASI : Som jawa disebutTalinum paniculatum (Jaq) Gaertn, atau Talinum patens (L) Willd. Termasuk kedalam famili tumbuhan Portulacaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah Gelang porslen.

SIFAT KIMIAWI : Kandungan kimiawi yang sudah diketahui a.l:saponon, flavonoid, dan tanin,

EFEK FARMAKOLOGIS : Dalam farmakologi Cina  disebutkan bahwa tanaman ini bersifat pahit, manis, sejuk dan penenang (sedative). 

BAGIAN  TANAMAN YANG  DIGUNAKAN : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan  seluruh tanaman; segar atau dikeringkan.

UJI KLINIK/PRA KLINIK
1.  Ujipra klinik efek infus som jawa terhadap jumlah dan motilitas spermatozoa pada mencit dibuktikan oleh Sa’roni, Yun AN, Adjirni (1999). Pemberian oral infus   som jawa sekalisetiap hari selama 50 hari, hasilnya menunjukkan bahwa infus akar som jawa dapat meningkatkan motilitas spermatozoa, tetapi tidak   meningkatkan jumlah spermatozoa.(P.3)
2.  Ujipra klinik efek anti radang infus daun dan akar som jawa. Pemberian infus  50%, 100%,200% pada 6 tikus menunjukkan hasil adanya pengurangan pembengkakan yang berarti. Ini disebabkan kandungan flavonoid yang ada dalam som jawa. Senyawa tanin mempunyai efek mendinginkan dan berguna mengurangi panas pada peradangan, R. Sumastuti.(1999).(P.3)
3.  Ujipra klinik efek stimulan susunan syaraf pusat pada 6 ekor mencit. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek stimulan susunan saraf pada dosis  70 mg/20 g bb.   Secara fisiologi aktivitas motorik mengandung komponen emosi, karena untuk dapat bergerak dibutuhkan inisiatif sebagai stimulan. Obat stimulan cenderung mempengaruhi emosidan meningkatkan aktivitas motorik. Lucie,dkk(P.3)

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Aphrodisiak. Akar diseduh, tambahkan brem, minum.
2. ASI sedikit. Daun segar ditums, dimakan sebagai sayuran.
3. Bisul. Daun segar setelah dicuci bersih tambahkan gula merah secukupnya lalu digiling halus. Tempelkan di tempat yang sakit.
4. Untuk penyakit: Batuk dengan dahak dan darah, radang paru-paru, keringat dingin, diare, banyak kencing, haid tidak   teratur, keputihan. Rebus 30-60 gram akar, minum airnya.

PERHATIAN : Keracunan terjadi karena pemakaian terlalu banyak yang biasanya memiliki gejala mual, muntah dan sesak napas. Pengobatan keracunan dengan minum kopi keras dan tempatkan pasien di tempat terbuka dan berangin.
 ======================================================================= KECUBUNG

Kecubung
Nama latin: Datura metel L
Nama daerah: Kecubung; Kacubung; Kacobhung cobung

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu batang berkayu, bentuk batang bengkok tinggi dapat mencapai 1,5 m. Percabangan membentang lebar dan biasanya ke arah satu sisi saja. Daun berhadapan, bentuk bulat bercangap. Bunganya berwarna ungu atau putih berbentuk terompet. Buahnya kotak bulat berduri, bijinya banyak berwarna coklat bulat pipih

Habitat: Tumbuh liar di hutan dan di pekarangan
Bagian tanaman yang digunakan: Bunga ; Daun ; Buah
Kandungan kimia: Alkaloid(skopolamina, hiosiamina, atropina); Flavonoid
Khasiat: Spasmolitik; Antitusif; Analgesik
Nama simplesia: Daturae albae Flos

Resep tradisional:
Bengkak:
Daun kecubung segar secukupnya; Minyak kelapa secukupnya, Daun dibasahi dengan minyak kelap, kemudian dipanggang lalu diremas, Ditempelkan pada kulit yang bengkak
 
Sembelit:
Daun kecubung beberapa helai; Minyak kelapa sedikit, Diremas-remas, Letakkan remasan daun tersebut di perut.

Ketombe,
Daun kecubung (kering)7 helai; Minyak kelapa 5 sendok makan, Masukkan dalam botol dan tutup; kemudian dipanaskan di bawah sinar matahari selama 7 hari, Dioleskan pada kulit kepala 2 kali sehari; pagi; sore.

Reumatik:
Daun kecubung segar 14 helai; Minyak kelapa 10 sendok makan, Daun kecubung dirajang dan dijemur kemudian ditambah minyak kelapa, simpan campuran tersebut selama 3 hari. Peras dan pisahkan minyaknya kemudian dihangatkan, Gosokkan pada bagian yang nyeri; bila perlu; tambahkan sedikit minyak kayu putih.

Terkilir:
Daun kecubung 14 helai; Sereh (dicacah halus)2 buah; Minyak kelapa 2 gelas, Campuran dididihkan lalu disimpan semalam di tempat tertutup. Campuran dipisahkan; minyaknya dihangatkan, Gosokkan pada bagian yang nyeri
==================================================================
Kecubung Gunung

Kecubung Gunung
(Brugmansia suaveolens [H. et B.] B. et P)

Sinonim :
Pseudodatura suaveolens van Zijp., Datura suaveolens H. B. Nama Lokal :
NAMA DAERAH Jawa: kucubung (Sunda), kecubung, semprong (Bali). NAMA ASING Datura, angel's trumpet (I). NAMA SIMPLISIA Brugmansiae suaveolensis Flos (bunga kecubung gunung).
 
Uraian :
Kecubung gunung berasal dari Meksiko dan termasuk tanaman beracun. Di Indonesia, umumnya tumbuh liar di daerah yang lembab sebagai penutup jurang atau digunakan sebagai pagar hidup maupun perdu hias. Tumbuhan ini dapat ditemukan pada ketinggian 700-2100 m dpl. Perdu kuat atau pohon kecil, tegak, berkayu, bercabang-cabang, tinggi 2-4 m. Ujung ranting berambut pendek yang sangat rapat. Helaian daun besar, bertangkai, bulat telur atau bulat telur memanjang, pangkal tumpul atau runcing, umumnya tidak sama sisi, ujung runcing, tepi berlekuk, pertulangan menyirip, permukaan daun berbulu jarang, permukaan bawah berambut halus, panjang 9-35 cm, lebar 4-17 cm. Bunga tunggal di ketiak daun, menggantung, bertangkai. Kelopak bunga hijau, bentuk tabung. Mahkota berbentuk terompet, tabung bersudut lima dan taju meruncing pendek, berwarna putih atau jingga, berbau enak pada malam hari. Buah buni memanjang, tidak berduri tempel, berambut halus, panjang 9-11 cm, tidak membuka. Biji berkulit tebal menyerupai gabus, berwarna abu-abu. Kecubung gunung dapat diperbanyak dengan cara setek dan biji.
 
Penyakit Yang Dapat Diobati :
SIFAT DAN KHASIAT Bunga kecubung gunung beracun, berkhasiat antiasmatik, dan penghilang nyeri (analgesik). EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN Ternyata, pemberian kecubung gunung dosis tinggi pada tikus jantan dapat menyebabkan perilaku abnormal berupa hiperaktivitas (Nurhayati Harun, Jurusan Farmasi FMIPA, Unair, 1990).

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN Bagian yang digunakan adalah bunga. INDIKASI Bunga digunakan untuk mengatasi : - sesak napas, - nyeri haid, dan - sakit perut. CARA PEMAKAIAN Keringkan 10 g bunga segar, lalu gulung seperti rokok untuk diisap atau direbus untuk diminum. CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT Sesak napas Gulung bunga kering, lalu bakar bagian ujung. Selanjutnya, isap dalam-dalam, seperti mengisap rokok. Catatan: Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Komposisi :
Alkaloid skopolamin, saponin, glikosida flavonoida, dan polifenol. Zat aktif ini bisa menimbulkan halusinasi.
 ====================================================================== KAYU ULES

KAYU ULES
Nama latin: Helicteres isora L

Nama daerah: Jelumpang; Dlumpang; Puteran; Kayu mules

Deskripsi tanaman: Tumbuhan perdu, tinggi sampai 4 m. Berbatang basah, kulit kayu berserat-serat. Buah berbentuk dari 5 helai daun yang mengumpul seperti pilin. Tiap-tiap buah bertabung dan mempunyai satu baris biji kecil-kecil warna coklat tua.

Habitat: Tumbuh di daerah kering pada semak belukar, di hutan-hutan pada dataran rendah sampai 1200 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Buah ; Akar ; Kulit kayu

Kandungan kimia: Pigmen kloroplas; Pitosterol; Saponin; Gula; Flobatanin; Asam hidroksikarboksilat

Khasiat: Stomakik; Antipiretik

Nama simplesia: Isorae Frustus, Isorae Cortex


Resep tradisional:
Obat cacing:
Buah kayu ules 11 biji; air 110 ml, Direbus mendidih 15 menit, Diminum pagi dan sore.

Rematik:
Kulit kayu ules 10 g; Akar 10 g; Air 110 ml, Direbus sampai mendidih, Diminum pagi sore.
======================================================================
Kayu Rapat


Nama latin: Parameria laevigata

Nama daerah: Kayu rapet; Megat sih; Pegat sih; Madak si

Deskripsi tanaman: Semak menjalar, batang membelit, berkayu, berambut, cokelat. Daun tunggaal, lanset, berhadapan, pangkal dan daun meruncing, daun muda berwarna hijau kemerahan setelah tua berwarna hijau. Perbungaan bentuk malai, mahkota bentuk corong, warna putih. Buah polong. Biji bulat, warna cokelat kehitaman.

Habitat: Tumbuh liar di hutan pada dataran rendah samapai 1200 dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu

Kandungan kimia: Tanin; Asam protokatekol

Khasiat: Stomakik; Antipiretik; Desinfektan

Nama simplesia: Parameriae Cortex


Resep tradisional:
Mengecilkan rahim:
Kayu rapat 2 jari tangan; Rimpang Kunci pepet 7 buah; Kayu Mesoyi 1 jari tangan; Air 100 ml , Direbus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Keputihan:
Kayu rapat 1 jari tangan; Kayu Mesoyi 1 jari tangan; Majakan 1/2 butir; Rimpang kunci pepet 2 buah; Kemukus 6 butir; Cengkih 2 buah; Jahe Sukun 1 buah; Jintan Putih 5 butir; Air 110 ml., Direbus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.
======================================================================
KAYU PUTIH

Nama latin: Melaleuca leucadendra L.

Nama daerah: Kayu gelam; Gelam; Ghelam; Waru gelang; Ilano

Deskripsi tanaman: tanaman berupa pohon tinggi lebih kurang 10 m. Batang berkayu, bulat, kulit mudah mengelupas, bercabang, warna kuning kecokletan. Daun tunggal, bentuk lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan berbulu, pertulangan sejajar, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk bulir, panjang 7-8 cm, mahkota 5 helai, warna putih. Buah kotak, beruang tiga, tiap ruang terdapat banyak biji.

Habitat: Tumbuh di daerah berawa-rawa bahkan dalam air, dataran rendah ataupun di pegunungan.

Bagian tanaman: Daun ; Minyak dari daun ; Buah

Kandungan kimia: Minyak atsiri (Kayuputol, terpineol); Tanin

Khasiat: Diaforetik; Analgesik; Desinfektan; Ekspektoran; Antispasmodik

Nama simplesia: Melaleucae leucadendrae Folium, Oleum Malaleucae leucadendrae aethereum


Resep tradisional:
Batuk, Demam, Nyeri haid:
Minyak kayu putih secukupnya; Jeruk nipis 1 buah; Kapur sirih 2 jari tangan, Peras buah jeruk nipis, kemudian tambahkan Kapur sirih dan Minyak kayu putih kemudian diaduk sampai tercampur, Dioleskan pada punggung dan dada; Untuk nyeri haid dioleskan pada perut.

Nyeri sendi,
Akar pepaya 10 potong; Garam 1 sendok makan; Minyak kayu putih 2 sendok makan, Masukkan ramuan tersebut dalam botol sirup, tambahkan arak atau alkohol, tutup rapat. Botol tersebut dijemur di sinar matahari selama 10 hari.
=======================================================================
 KAYU MANIS CINA
( Cinnamomum cassia Presl.)

Famili : Lauraceae

Daerah :

Asing : Chinesse Cinnamomum, Rou gui (Cina)

Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain Kulit Kayu : Cinnamic aldehyde, cinnamyl acetate, cinnzcylanol cinnzcylanine. phenypropyl acetate, tanin, saffrol. Buah mentah: Cinnamic aldehyde. cournarin, traps‑cinnamic acids, beta sitosterol, Choline, protoca-techuric acid, syringe acid.

Efek Farmakologis : Tanaman ini memiliki sifat Kulit kayu : Pedas. manis. panas. Sedikit beracun (toksik). Masuk meridian ginjal, limpa dan kandung kemih. Menguatkan “Yang”, menghangatkan limpa dap ginjal, melancarkan peredaran darah, menghilangkan sakit*menambah napsu makan (stomakik) peluruh kentut (karminatif). Ranting muda : Pedas. manis. hangat. Masuk merindian kandung kemih. jantung dan paru‑paru, Peluruh keringat (diaforetik) mengendurkan otot (muscle relaxant), menghangatkan dan melancar-kan sirkulasi di meridian, melancarkan pernapasan.

Bagian tanaman yang digunakan : Kulit kayu dan ranting, dikeringkan untuk penyimpanan.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggu-nakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pe-mupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini. menghendaki tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
SAKIT LAMBUNG, DIARE, GANGGUAN PENCERNAKAN : Bubuk kulit kayu 1,5 gram diseduh dengan air hangat, Minum, lakukan 2 kali sehari.

SHOCK, DEMAM, KAKI TANGAN BERKERINGAT. BATUK KARENA PARU‑PARU DINGIN, SESAK NAPAS, REMATISM, NYERI HAID (DYSMENORRHEA), TIDAK DATANG HAID (AMENORRHEA) TEKANAN DARAH TINGGI, NYERI PADA UJUNG JARI (FROST‑BITE), TUMOR DALAM PERUT (TUMOR ABDOMEN) : Bubuk kulit kayu 0,5 ‑ 2,5 gram diseduh dengan air hangat, Minum, lakukan 2 kali sehari.

DEMAM, FLU KARENA ANGIN DINGIN, BATUK SESAK BENGKAK MENAHAN CAIRAN, BENGKAK KARENA JANTUNG DAN GINJAL. SAKIT OTOT (RHEUMATISM), NYERI HAID, TIDAK DATANG HAID. EPILEPSI : Bubuk ranting muda 1,5 ‑ 6 g digodok atau digiling menjadi bubuk, diseduh dengan air hangatMinum.

KONTRA INDIKASI : Sedikit beracun dan wanita hamil, penderita demam, Yin lemah, Yang kuat, penyakit pendarahan, dilarang minum.
=======================================================================
Kayu Manis


Nama latin: Cynamomum aromaticum Nees

Nama daerah: Sinamon; Keningar

Deskripsi tanaman: Tinggi tanaman 6-12 m, akan tetapi pada tempat yang cocok bisa mencapai 18 m. Batang berwarna keabu-abuan dan berbau harum, percabangan dekat tanah, pada ranting tua sering tidak tumbuh daun-daun baru (gundul), tajuk kekar, dan mahkotanya berbentuk kerucut. Daun berbentuk bulat telur, agak memanjang dengan ujung bulat/tumpul, meruncing dan lokos (licin dan mengkilap), dan berwarna merah pada waktu masih muda, dan berubah menjadi hijau tua di permukaan atas dan pucat keabu-abuan di bagian bawah. Bunga kecil, tidak menarik, berbentuk lonceng dengan bau yang tidak enak, dan tumbuh dalam ketiak daun dan dipucuk-pucuk ranting, warnanya putih kekuning-kuningan, dan berbunga pada bulan Juli hingga September. Buah buni memanjang berwarna merah coklat.

Habitat: Tumbuh liar di ladang dan hutan pada dataran 1-1200 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Kulit kayu

Kandungan kimia: Minyak atsiri; Tanin; Damar; lendir

Khasiat: Analgesik; Stomakik; Aromatik

Nama simplesia: Cinnamomi aromatici Cortex


Resep tradisional:
Mencret
Kayu manis(Padang)3 g; Buah kayu ules 2 g; Rasuk angin 2 g; Rimpang kencur segar 8 g; Ketumbar 3 g; Jintan hitam 2 g; Mungsi 2 g; Rimpang lempuyang 10 g; Pulosari 2 g; Buah adas 2 g; Biji kedaung 4 butir; Air sedikit, Dipipis hingga menjadi pasta, Ditapalkan di seluruh bagian perut; dan pakailah gurita
======================================================================
KATU


Nama latin: Sauropus androgynus L. Merr

Nama daerah: Katuk; Daun katu; Katukan; Katuk manuk; Babing; Memata; Cekop manis; Simani; Keratur

Deskripsi tanaman: Tanaman perdu tinggi sampai 3,5 m. Daun berbentuk bulat telur berwarna hijau, menyirip ganda dan jumlahnya banyak. Buah berwarna putih, kecil dan melekat pada cabang dan rantingnya.

Habitat: Tumbuh liar dihutan-hutan dan ladang-ladang yang terbaik di daerah dengan ketinggian 1300 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun ; Akar

Kandungan kimia: Zat protein; Lemak; Kalsium; Posfor; Besi; Vitamin A; Vitamin B1; Vitamin C

Khasiat: Antipiretik; Laktagog

Nama simplesia: Sauropi Folium


Resep tradisional:
Demam:
Akar katu 4 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml; diulang selama 4 hari.

Pelancar ASI:
Daun katu segar beberapa helai; Daun bayam; Daun lembayung; Daun Sawi; Kacang panjang; Kacang koro; Jantung pisang; Buah labu air; Buah labu merah, Dijadikan sayuran, Dimakan secara bergantian=======================================================================
KASINGSAT


(Cassia occidentalis Linn )

Famili : Caesalpiniaceae

Daerah : Sunda : kasingsat, Jawa : menting, Melayu : kopi andelan, Simalor : bulinggang alas

Asing :

Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia yang sudah diketahui. antara lain : Daun : Demeric anthrone glikosida, suatu pencahar yang sangat poten. Akar : alfa-hydroxy‑anthraquinone 1,8‑dihydroxy-anthraquinone , quercetin, emodin, heterodi-anthrone, chrysophanol.

Efek Farmakologis : Rasa pahit, dingin, agak beracun. Pengobatan radang mata, perangsang nafsu makan. pencahar (laxans), anti radang.

Bagian tanaman yang digunakan : Daun, biji, batang dan akar dikeringkan dibawah sinar matahari.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggunakan biji. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.

SAKIT KEPALA BERULANG : Daun 30 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas, dinginkan. Saring, minum 2 kali 1 gelas.

DIGIGIT ULAR : Segenggam daun segar dilumatkan, kemudian diperas, airnya diminum dan ampasnya dibubuhi pada luka gigitan.

SULIT BUANG AIR BESAR, DYSENTRI, DIARE KRONIS, NYERI ULU HATI : Tanaman kering 10 ‑ 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas. dinginkan saring, minum 2 kali 1 gelas.

BATUK, SESAK NAPAS, RADANG PARU-PARU : Tanaman kering 10 ‑ 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas. Dinginkan saring, minum 2 kali 1 gelas.

KEPUTIHAN (FLOUR ALBUS) : Daun muda yang dikukus sebagai lalap berkhasiat terhadap keputihan.
HEPATITIS : Tanaman kering 10 ‑ 15 gram direbus dengan 4 gelas air sampai menjadi dua gelas dinginkan, saring, minum 2 kali 1 gelas=======================================================================
    KAPULAGA
Nama latin: Amamum campactum soland

Famili : Zingiberaceae

Daerah : Bali : Kapolagha, Jawa : Kapulaga, Madura: Kapulaga, Sunda : Palago, Minangkabau : Pelaga puwar

Asing : Ronde Kardemon

Sifat Kimiawi : Tumbuhan ini kaya kandungan kimia, yang sudah diketahui a.l. minyak terbang‑sineol, terpineol dan alfaborneol, beta-kamper, protein, gula, lemak dan silikat.

Efek Farmakologis : Tanaman ini memiliki sifat Rasa agak pahit, hangat. Penurun panas, anti tusif, peluruh dahak dan anti muntah.

Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman dan buah.
Cara budidaya : Perbanyakan tanaman dg menggunakan rimpang. Pemeliharaan mudah, perlu cukup air dg cara penyiraman yg cukup, menjaga kelembaban dan pemupukan terutama pupuk dasar.

Wilayah :
Kapulaga berasal dari hutan tropis di daerah India Selatan dan Srilangka. Kapulaga diperkenalkan ke negara Eropa oleh bangsa Arab sebagai bumbu. Tanaman ini juga tumbuh dinegara Thailand, Kamboja, Malaysia Barat, dan Filipina, terutama di wilayah berbukit yang dingin, didaerah lembah dan terlindung. Di Indonesia kapulaga ditemukan tumbuh liar dan ditanam di wilayah perbukitan di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Ukuran :
Tumbuh-tumbuhan ini tumbuh berumbi akar dengan tinggi antara 2 - 3 m. Daunnya lonjong berujung runcing dengan panjang sekitar 30 cm dan lebar 10 cm. Bunganya (simetris dua sisi, berwarna kemerah-merahan dan terbagi menjadi 3 bagian) dapat dibedakan menurut perbedaan jenis varietas setempat. Dari sana akan dihasilkan buah kotak berwarna putih yang harum sehingga bisa digunakan sebagai obat maupun bumbu. Kapulaga yang diperdagangkan terdiri atas kapsul kering, bersisi tiga, lonjong atau bundar, berwarna abu-bu coklat, yang terbagi atas tiga ruang, berisi padat dengan benih bersudut yang berwarna coklat. Biji-biji tersebut mempunyai rasa pedas, kamfer, berbau wangi, dan terasa dingin pada lidah jika dimamah. Buahnya berada dalam tandan berbentuk bulat kecil , kadang berbulu dan berwarna kuning kelabu. Kapulaga sabrang (Elettaria cardamomum L.) Maton yang berasal dari lran lebih harum baunya.Jika terlalu banyak mengunakan kapulaga maka akan mengganggu kerja cairan lambung.

Kandungan & Manfaat :
Ekstrak (dimasak dengan air) dari seluruh tumbuh-tumbuhan dipakai sebagai obat terhadap flatulensi atau meteorismus (penimbunan gas dalam usus), kolik dan kelemahan. Tumbuh-tumbuhan yang ditumbuk halus bersama air dipakai sebagai obat gosok untuk penyakit encok. Ekstrak dari umbi akar dipergunakan sebagai obat demam. Bijinya adalah bahan mamah, dipakai juga sebagai bumbu (untuk kue) dan sebagai obat, contohnya untuk mengobati kesulitan bernapas, mulut berbau (futor exore) dan untuk mengobati batuk dan gatal ditenggorokan dengan memamahnya. Dalam bahan biji terdapat minyak kardamon yang mengandung terpineol, terpinylasetat, sineol, borneol dan sabinen, zat putih telur, calcium-oksalat dan silisium. Selain itu juga mengandung minyak atsiri (alfaborneol dan betakamfer) yang berkhasiat untuk mengencerkan dahak, memudahkan pengeluaran angin dari perut, menghangatkan, membersihkan darah, menghilangkan rasa sakit, mengharumkan.


Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaannya.
1. KEJANG PERUT, REMATIK : Semua bagian tumbuhan ini termasuk akarnya direbus selama lebih kurang lebih seperempat jam dengan disaring, airnya diminum.
2. DEMAM, PANAS : Batang direbus selama lebih kurang seperempat jam kemudian disaring. airnya diminum.
3. Batuk : Buah dikunyah.
4. Mencegah Mual : buah direbus dan dimakan.
5. Bau Badan : rimpang direbus secukupnya dan diminum airnya.
6. RADANG AMANDEL, GANGGUAN HAID, KEJANG PERUT, OBAT KUMUR, INFLUENZA, RADANG LAMBUNG, SESAK NAPAS, BADAN LEMAH (SEBAGAI TONIKUM) : Buah direbus, makan dan masih banyak yang lainnya.
========================================================================
  LIDAH BUAYA

Nama latin: Aloe vera Linn.

Sinonim :
Aloe barbadensis, Mill. Aloe vulgaris, Lamk.

Familia :
Liliaceae

Nama daerah: Ilat boyo; Letah buaya; Jadam Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris); Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina);

Deskripsi tanaman: Tumbuhan liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat. a. Batang Tanaman Aloe Vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe Vera yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. b. Daun Daun tanaman Aloe Vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 - 75 cm, dengan berat 0,5 kg - 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf. c. Bunga Bunga Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. d. Akar Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 - 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

Habitat: Tumbuh liar di tempat yang berhawa panas.

Bagian tanaman yang digunakan: Daging daun

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, dingin. Anti radang, pencahar (Laxative), parasitiside. Herba ini masuk ke meridian jantung, hati dan pancreas. KANDUNGAN KIMIA: Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin, Betabarboloin; Damar.

Khasiat: Anti inflamasi; Laksatif; Stomakik; Ekspektoran.

Nama simplesia: Succus Aloe inspissatus
Resep tradisional:
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, akar, pemakaian segar,

KEGUNAAN:
1. Sakit kepala, pusing.
2. Sembelit (Constipation).
3. Kejang pada anak, kurang gizi (Malnutrition).
4. Batuk rejan (Pertussis), muntah darah.
5. Kencing manis (DM), wasir.
6. Peluruh. haid.
7. Penyubur rambut.

PEMAKAIAN:
Daun.. 10 - 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 - 3 gram.
Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal.

PEMAKAIAN LUAR:
Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.
a. Penyubur rambut:
Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam
yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah
mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya
rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai
hasil yang memuaskan.

b. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan):
Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian
tubuh yang terkena api/air panas.

c. Bisul:
Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.
=================================================
Lidah Ular

(Hedyotis corymbosa (L.) Lamk)

Sinonim :
--

Familia :

Uraian :
Herba, tegak atau condong, satu tahun (annual), sering bercabang mulal dari pangkal batangnya, tinggi 0,05 - 0,6 m. Batang bersegi empat, gundul atau dengan sisik sangat pendek, bercabang, tebal 1 mm, warna hijau kecoklatan sampai hijau keabu-abuan. Akar: tunggang, kecoklatan, garis tengah rata rata 1 mm, akar cabang berbentuk benang. Daun tunggal, berhadapan atau bersilang berhadapan, helaian; relatif kecil 1 - 3,5 cm x 1,5 - 7 mm, ujung dan pangkalnya runcing, berwarna hijau pucat, dengan sisik sisik kecil sepanjang tepi daunnya, tangkal daun sangat pendek. Bunga susunan majemuk mulai rata, 2 - 8 bunga, bertangkai, di ketiak. Kelopak 4, sama panjang dengan bakal buahnya. Mahkota: 4, putih atau ungu pucat, panjang kira - kira 2 mm. Benang sari 4, tersisip seakan - akan di atas tabung mahkota. Buah panjang 1,75 - 2 mm, lebar 2 - 2,5 mm, pada permukaan luar di dekat bagian ujung terdapat sisa kelopak berupa tonjolan kecil runcing. Biji bersudut-sudut. Waktu berbunga Januari - Desember. Di Jawa tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1 - 800 m dpl, dapat sampai daerah dengan ketinggian 1425 m dpl, di daerah terbuka banyak mendapat sinar matahari, tidak terlampau basah, daerah berbatu, di tepi jalan, halaman, parit, taman, secara lokal melimpah.

Nama Lokal :
NAMA DAERAH: -- NAMA ASING: -- NAMA SIMPLISIA: --


Penyakit Yang Dapat Diobati :
EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI Ekstrak yang larut dalam, air dapat menurunkan tekanan darah hewan percobaan. Pada konsentrasi yang relatif besar dapat berefek pada penghambatan pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi dan Proteus vulgaris.' Penggunaan secara oral pada mencit selama 3 minggu dapat berfungsi sebagai antispennatogenesis. Pada aplikasi intragastrik berefek penghambatan elisitasi usus yang disebabkan oleh asetilkolin. Rebusan herba yang telah dibebaskan. dari endapan (dengan penambahan alkohol) dapat mengurangi derajat kematian mencit pada keadaan keracunan (dengan Bungarus multiciizctus). Suatu ramuan yang terdiri dari herba Hedyotis diffusa, herba Prunellae dan Licorice (2:2:1) dapat memperbaiki gangguan fungsi hepar dan berefek koleretik pada anjing teranestesi. Rebusan tumbuhan jenis lain yaitu Hedyotis affinis dapat menyebabkan kontraksi uterus kelinci terisolasi.` Hasil penelitian tentang aktivitas sistem fagositosis, respons seluler dan respon humoral pada mencit, diketahui bahwa fraksi yang larut dalam air daun Hedyotis menyebabkan stimulasi respon imun humoral dan menekan sistem fagositosis; sedangkan fraksi yang tidak larut dalam air tidak berpengaruh pada respon imun seluler, dan fraksi residu menyebabkan stimulasi. Efek yang tidak diinginkan Efek samping yang nyata atau reaksi alergi pada penggunaan lazimnya (30?60 gram), tidak diketahui. Pada penggunaan jangka panjang dengan dosis 30?45 gram/hari selama 30 dan 90 hari pada 2 kasus psoriasis tidak menunjukkan hasil yang abnormal pada sampel darah dan urin. Pada sedikit kasus dapat menyebabkan mulut kering setelah penggunaan selama 10 hari. Injeksi dosis tinggi dapat menyebabkan leukopeni. Penggunaan kombinasi herba dengan asam deoksikolat dapat menyebabkan diare pada beberapa pasien. Disamping itu. dapat menyebabkan gangguan syaraf pada beberapa kasus pasien bronkitis asma kronis. Toksisitas Dosis maksimal yang secara teknis dapat diberikan pada tikus yaitu 10 gram/kg BB dianggap sebagai LD50 semu.

Pemanfaatan :
KEGUNAAN DI MASYARAKAT Digunakan pada pengobatan tukak lambung, disentri, habis bersalin, gangguan pencernaari, obat turun panas.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA Seluruh bagian tumbuhan: senyawa iridoid antara lain asperulosid, skandosidmetilester, benzoilskandosidinetilester; ?-sitosterol, asam ursolat, asam oleanolat, n-benzoil-1-fenilalanil -1-fenilalaninol asetat. Suatu penelitian telah berhasil menemukan 2 macam flavonoid golongan flavonol; salah satu senyawa tersebut mempunyai gugus hidroksi pada atom C-3, C-5 dan C-4.======================================================================
  LEUNCA


Nama latin: Solanum nigrum L

Nama daerah: Rampi; Ranti; Piit; Boose; Bobase

Deskripsi tanaman: Tumbuhan semusim, tinggi 30-175 cm, bercabang bayak. Daunnya letaknya berseling, berkelompok, bentuk bulat telur, ujung dan pangkal meruncing, tepi berombak sampai rata. Bunga majemuk malai, jumlahnya 2-10 kuntum, warna putih atau lembayung. Bunga majemuk malai, jumlahnya 2-10 kuntum, warna putih atau lembayung. Buahnya buni, bulat, diameter 0,8-1 cm, terdapat dalam tandan, warna hijau, bila masak menjadi ungu kehitaman atau hitam, berkilap, berisi banyak biji. Rasanya renyah, sedikit, dan agak langu.

Habitat: Tumbuh liar di berbagai tempat pada dataran rendah sampai 3000 m dpl.

Bagian tanaman yang digunakan: Daun

Kandungan kimia: Glikoalkaloid solanin; Solasonin; Solamargin; Solasodin; Solanidin; Diosgenin; Tigogenin; Atropin; Saponin; Zat samak; Minyak lemak; Kalsium; Fosfor; Zat besi; Vitamin A dan C

Khasiat: Analgesik; Antiradang; Antibakteri

Nama simplesia: Solani Folium


Resep tradisional:
Demam
Daun leunca 70 g; Air 5 gelas, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum 3-4 kali sehari===================================================================
 LENG LENGAN


Nama latin: Leucas lavandulifolia.Smith

Nama daerah: Paci-paci (Sunda), sarap nornor (Madura). daun setan, ; Lenglengan, lingko-lingkoan, nienglengan, plengan (Jawa); Gofu hairan (Ternate), laranga (Tidore).

Deskripsi tanaman: Tumbuh liar di tanah kering sepanjang tepi jalan, tanah terlantar dan kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian kurang dari 1.500 m dpi. Terna semusim, tegak, tinggi 20-60 cm. Batang berkayu, berbuku-buku, bentuknya segi empat, bercabang, berambut halus, warnanya hijau. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai. Helaian daun bentuknya lanset, ujung dan pangkainya runcing, tepi bergerigi, panjang 1,5-10 cm, lebar 2-10 mm, warnanya hijau muda. Bunga kecil-kecil, warnanya putih berbentuk lidah, tumbuh tersusun dalam karangan semu yang padat. Buahnya buah batu, warnanya coklat. Biji bulat, kecil, warnanya hitam. Herba ini mempunyai khasiat yang sama dengan Leucas zeylanica (L.) R.Br. Perbanyakan dengan biji.

Habitat: Tumbuh di tegalan, di pinggir jalan yang kering pada ketinggian 1500 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Pahit, pedas, hangat. Penenang, antiseptik. KANDUNGAN KIMIA: Daun dan akar: Saponin, flavonoida dan tanin. Daun juga mengandung minyak atsiri.

Khasiat: Sedatif

Nama simplesia: Leucas lavanduli foliae Herba


Resep tradisional:
Batuk
Daun leng-lengan 3 g; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Kejang
Daun leng-lengan (serbuk)1 sendok teh; Air mendidih 1 gelas, Diseduh, Diminum seperti minum teh; untuk anak-anak 3 kali sehari tiap kali minum 1 sendok teh.

Penenang
Daun leng-lengan 1 genggam; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml.        

0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS