Welcome to the Jungle

PRAPATAN SPS
Catatan Berkeliling Nusantara

baduy 0

Adhy Ws | Jumat, Januari 14, 2011 | , ,

Perjalanan ke Baduy merupakan perjalanan yang sangat memberikan kenangan yang sulit untuk terlupakan, 5 hari luntang-lantung singgah kesana-kemari. Backpacker
men mantap deh,Perjalanan kami mulai  dengan bus damri dari arah jatinangor pukul 06.58 WIB dengan harga tiket Rp. 3500. Lalu kami lanjutkan dengan naik bus primajasa di terminal cipularang dengan harga tiket Rp. 55.000 kami go treck pada pukul 08.19 menuju terminal Pagupatan dan tiba pukul 14.00 WIB. Jumlah kami 20 orang perut lapar makan dulu di warteg sambil nunggu temen sekalian istirahat. Setelah melepas lelah kami melanjutkan perjalanan pukul 15.00 WIB memakai bus rudi jurusan rangkas merak harganya  Rp. 11.000 dengan negosisasi. Sepanjang perjalanan banyak kambing-kambing kecil dan kultivar pisang serta talas sepanjang perjalanan. Sesampainya di terminal rangkas kami telah di jemput oleh kang ubay yang menjadi guide selama di baduy. Dengan elf seharga Rp. 15.000 kami menuju desa ciboleger pukul 18.00 kami tiba dan istirahat sejenak untuk melanjutkan trecking. Disana telah menjemput suku anak dalam baduy dengan pakaian khasnya.
                                                 dfgds


            Lalu petualangan sebenarnya kami mulai dari sini, dalam keaadaan gelap semuanya bergerak dalam 1 arah, sebelum berjalan guide member arahan akan perjalanan yang akan kami peroleh. Kami sempat terpisah di perjalanan  karena ada salah satu rekan kami yang sendalnya copot dan kesulitan berjalan hingga berkali-kali jatuh. Saya termasuk salah satu orang yang tertinggal oleh rombongan sebenarnya ada penunjuk jalan yang bersama kami namun tanpa sadar ia sudah menghilang dan akhirnya kami tersesat, kami menuturi jalan setapak di tengah kegelapan malam dan rintik-rintik hujan yang memacu adrenalin kami. Teriakan-teriakan yang kami lontarkan tiada terdengar, dan kami terpaksa menyusuri jejak dengan melihatnya melalui senter yang kami bawa.Namun kami melihat ada cahaya di depan saya kami terus menghampirinya ternyata ada dua orang rekan kami yang menunggu didepan. Kami melanjutkan perjalanan kembali menuju peristirahatan yang alhamdulilah kami bisa singgah sementara di rumah warga. Kami sampai pukul 22.30 oh melelahkan. Saat itu kami hanya berpikir untuk tidur. Besoknya kami makan dengan perbekalan yang kami bawa yaitu nasi, telor, sarden dan mie. Ditemani kopi dan susu uhm nikmat mantap mamen. Makan bagai predator yang kelaparan sekali lagi mantap mamen.
            Disana kami dijelaskan tentang baduy, karena kami tidak dapat masuk kedalam (baduy dalam) maka kami puas-puaskan bertanya pada orang-orang yang tinggal di baduy dalam. Ya dua orang di gambar itu merupakan orang baduy dalam asli loh, Yoi mamen kita gak bisa masuk lebih jauh karena di bauy sedang ada kawalu atau lebaran yang lamnya tiga bulan. Selama kawalu orang baduy selalu berpuasa setiap tanggal 18 selama satu hari satu malam. Orang baduy makan dengan berburu.dan dilarang makan tebu dan telor. Disini kami dijelaskan mengenai perbedaan baduy luar dan baduy dalam. Baduy dalam adalah orang-orang baduy yang mempertahankan adatnya seperti mandi tidak memakai sabun, menggosok gig tidak memakai odol selain itu rumah orang baduy dalam berbeda dengan rumah  baduy luar.
            Orang baduy luar rumahnya kaya gini …….
Sayangnya kami tidak boleh mengabadikan segala sesuatu orang baduy dalam karena disana tidak diperbolehkan menggunakan kamera dan alat-alat komunikasi lainnya. Dalam kesehariannya masyarakat baduy selalu melakukan hal yang sama yaitu menenun bagi perempuannya dan mengambil serta membuat gula aren. Serta mengumpulkan kayu bakar. Sistem barter masih digunakan walau mata uang pun juga digunakan. Mencari madu dan membuat kerajinan khas suku baduy.
        Agama yang mereka anut adalah Rawayan yaitu kepercayaan sunda wiwitan. Alat music yang ada adalah kecapi, gamelan kromong, angklung. Kekuasaan tertinggi berada ditangan puun yang membawahi desa-desa dibawahnya. Lalu setiap kampong ditangani oleh Jaroh yang memberi arahan pada masyarakatnya. Pusat baduy berada di sasakadomas yang tidak semua orang baduy dapat memasukinya. Pernikahan masih dijodohin.Dan tiada kata berpisah kecuali maut yang memisahkan. Baduy dalam kan diusir bila melnggar peraturan misalnya naik mobil dan zina. Penanaman kejujuran yang ditanam sejak kecil membuat mereka mau mengakui kesalahan mereka.
Tidak ada kitab khusus hanya doktrin lisan yang tyerus dikumandangkan. Mengenai orang yang meninggal biasanya ada tanda pohin hanjuang dan biasanya setelah 7 hari tanah itu dapat dipakai seperti tanah biasanya. Suku badduy memiliki hitungan bulan sendiri. Setiap tahun baru ada acara buka lahan.
            Perkjalanan selanjutnya kami lakukan setelah puas bertanya dari desa cipaler menuju desa selanjutnya, kami berangkat pada siang hari pukul 13.00 WIB dan kami sampai pukul 15.00 WIB disana kami mandi bersama disungai dan kami menconba lahang dari pohon aren asli langusng dari pembuatnya.  Dan disungai ada digunakan selain untuk keperluan sehari-hari hingga alat trasnportasi seperti kayu albasyiah ukuran satu setengah meter.

0 Responses So Far:

 
Prapatan SPS Copyright © 2010 Prozine Theme is Designed by Lasantha Home | RSS Feed | Comment RSS